Lebaran 2018

Perayaan Ketupat, Pesta Gratis Naik Perahu Keliling Selat Madura

Warga bisa naik perahu mengelilingi Selat Madura tanpa dipungut biaya alias gratis, Jumat (22/6/2018).

Perayaan Ketupat, Pesta Gratis Naik Perahu Keliling Selat Madura
Ahmad Faisol/Surya
Satpolair Polres Bangkalan menggelar patroli menyisir Selat Madura ketika warga menikmati Pesta Naik Perahu Gratis dalam perayaan Lebaran Ketupat, Jumat (22/6/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Para pemilik perahu motor di sekitar Dermaga Kamal sedang 'bermurah hati'. Warga bisa naik perahu mengelilingi Selat Madura tanpa dipungut biaya alias gratis, Jumat (22/6/2018).

Momen ini hanya berlaku setiap perayaan Lebaran Ketupat, seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Warga Kecamatan Kamal menyebutnya Pesta Gratis Naik Perahu.

"Para pemilik perahu dengan senang hati melayani penumpang saat Pesta Gratis Naik Perahu. Ibarat sedekah mereka," ungkap Rohayi (42), warga Kampung Kejawan, Desa/Kecamatan Kamal kepada Surya.

Dalam kesehariannya, para pemilik perahu motor menambatkan perahu-perahu motor mereka di sela - sela Dermaga I dan III Pelabuhan Kamal.

Baca: Polres Tanjung Perak Dapatkan Gambar Sosok Terduga Perampas Tiga Motor Driver Ojek Online

Belasan perahu itu bak taksi keliling. Menjemput dan mengantarkan para Anak Buah Kapal (ABK) kapal kargo yang tengah berlabuh di Selat Madura.

"Mereka menggratiskan saat Lebaran Ketupat. Di luar itu, penumpang tetap bayar," jelas pria yang berjualan Compact Disc (CD) itu kawasan Dermaga Kamal itu.

Di luar Lebaran Ketupat, para pemilik perahu motor memasang tarif mulai Rp 20 ribu, Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu sekali jalan untuk para ABK.

"Tergantung jarak tempuhnya. Mereka akan keliling di sela-sela kapal mencari penumpang (ABK) lain meski sudah ada beberapa penumpang," pungkasnya.

Momen Gratis Naik Perahu tak disia-siakan Muhyidin (32), warga Perum Handoko, Kota Bangkalan. Bersama keluarga, ia sengaja antri menunggu giliran naik perahu.

Baca: Bobol Website Bareskrim Polri, Pemuda Lulusan SD di Paciran Lamongan ini Dituntut 2 Tahun

"Ini budaya sudah lama. Tapi saya baru sekali ini ikut karena anak-anak ingin merasakan sensasi naik perahu di Selat Madura," singkatnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help