Lebaran 2018

Meriahnya Festival Pegon, Tradisi Masyarakat Pesisir Peringati Puncak Lebaran

Puncak peringatan Lebaran makin lengkap dengan gelaran Festival Pegon yang jadi tradisi masyarakat pesisir.

Meriahnya Festival Pegon, Tradisi Masyarakat Pesisir Peringati Puncak Lebaran
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Festival Pegon 2018 di Pantai Watu Ulo, Ambulu, Jember yang digelar saat puncak Lebaran, Sabtu (23/6/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Festival Pegon adalah sebuah perayaan rutin yang di yang dilaksanakan setahun sekali di Pantai Watu Ulo, Kabupaten Jember.

Festival yang sudah jadi tradisi masyarakat pesisir pantai ini diadakan pada puncak libur lebaran.

Sekitar 100 pegon atau cikar meramaikan festival akbar pegon Lebaran Idul Fitri 2018 kali ini.

Arak-arakan dimulai dari Balai Desa Sumberejo. Lalu ratusan Pegon berpawai melalui jalan-jalan desa menuju Pantai Watu Ulo.

Peserta berasal dari Kecamatan Ambulu dan Wuluhan serta beberapa wilayah lain. Ribuan pengunjung berdatangan memeriahkan acara.

Apa itu Pegon? Pegon adalah alat transportasi kuno yang ditarik dua ekor sapi yang dikendalikan oleh manusia, yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh masyarakat Jember, dan kini menjadi daya tarik para wisata.

Seiring dengan perkembangan zaman, Pegon yang dulunya sebagi moda alat transportasi bagi warga,  kini hanya menjadi simbol wisata Jember bagian selatan khususnya di wilayah pesisir Pantai Watu Ulo.

Seperti tahun-tahun sebelumnya Bupati Jember dr. Faida MMR memberikan perhatian bahkan beliau juga ikut memeriahkan Festival Pegon 2018.

Untuk memeriahkan dan berbaur bersama pengunjung,  Faida juga ikut naik alat transportasi kuno tersebut yang sudah di hias serta dipasangi spanduk bertuliskan "Kita Pancasila, Bersatu, Berbagi, Berprestasi".

"Festival ini akan menjadi kekuatan bagi Jember," tutur Bupati Jember, Faida, di lokasi acara, Sabtu (23/6/2018).

Bupati Jember dr. Faida MMR mengatakan, even seperti Festival Pegon seperti ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal dan wisatawan Internasional.

"Wisata seperti ini yang akan menjadi kekuatan khas Jember, seperti karakter Pandhalung ini sangat laya jual di pasar wisata baik lokal maupun Internasional," tegas Faida. (Surya/Erwin Wicaksono) 

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help