Pilgub Jatim 2018

Panwaslu Temukan Ribuan Stiker Cagub Jatim Dibuang dan Berserakan di Jalan Raya

Jelang coblosan, ribuan stiker APK pasangan Cagub/cawagub Jatim dibuang dan berserakan di jalan raya dan bikin bingung Panwaslu.

Panwaslu Temukan Ribuan Stiker Cagub Jatim Dibuang dan Berserakan di Jalan Raya
SURYA/SUGIYONO
Anggota Pengawas Lapangan Desa di Kecamatan Ujungpangkah, Gresik saat menemukan stiker bergambar pasangan Cagub/Cawagub Jatim dibuang di jalan raya, Senin (25/6/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik menemukan ribuan stiker alat peraga kampanye (APK) dibuang dan berserakan di jalanan pada Minggu tenang Pilgub Jatim 2018, Senin (25/6/2018).

Stiker bergambar salah satu pasangan Cagub Jatim tersebut ditemukan Bawaslu Gresik bertebaran di wilayah Desa Ngemboh, Cangaan dan Sekapuk. Ketiganya wilayah Kecamatan Ujungpangkah.

Dari temuan itu, Bawaslu lalu minta jajaran Pengawas Kecamatan Ujungpangkah untuk menelusuri dan mencari oknum pembuang stiker yang diduga kampanye pada hari tenang menjelang coblosan Pilgub Jatim, Rabu (27/6/2018).

Baca: Debat Pamungkas Pilgub, Khofifah Janji Tak Jual Beli Jabatan, Gus Ipul Komit Jalankan Kolaborasi

Data yang dihimpun Bawaslu Gresik, jumlah setiker yang beredar di desa Cangaan ada 312 stiker, di dekat desa Ngemboh ada 931 stiker, dan desa Sekapuk ada 27 stiker.

"Total yang kita dapatkan ada 1.892 stiker yang tersebar di tiga desa di Kecamatan Ujungpangkah," ujar Maslukhin Komisioner Bawaslu Kabupaten Gresik.

Dari temuan itu, Bawaslu Kabupaten Gresik mengaku bingung mencari oknum yang membuang stiker di jalan raya wilayah Kecamatan Ujungpangkah.

"Masyarakat juga tidak ada yang tahu siapa yang membuang stiker dalam jumlah besar itu," jelas Kepala Divisi Pencegahan Pelanggaran dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Gresik.

Baca: Lantik ASN Pemkot Surabaya, Risma Masih Terngiang Terom Bom

Untuk itu, Bawaslu minta semua pihak masyarakat umum, tim sukses, tim kampanye dan parpol pengusung untuk menjaga pesta demokrasi saat memilih Cagub/Cawagub Jatim.

"Pesta demokrasi jangan dicederai dengan perbuatan yang tidak baik. Biarkan masyarakat Gresik memilih calon sesuai pilihan dan hati nuraninya," tegas Imron Rosyadi, Ketua Bawaslu Kabupaten Gresik.

Dikonfirmasi hal itu, Imam Munawar Anggota Tim Kampanye Kabupaten Gresik Pasangan Gus Ipul-Mbak Puti mengatakan, penyebaran stiker itu tidak dilakukan oleh relawan dan tim kampanye pasangan nomor urut dua.

"Kita pastikan bahwa penyebaran stiker itu tidak dari tim kami. Oleh karena itu, kita minta Bawaslu Kabupaten Gresik mengusut tuntas oknum yang ingin merusak nama baik tim kampanye Gus Ipul-Mbak Puti," tegas Imam.

Selain itu, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan tim hukum Gus Ipul-Mbak Puti menyikapi kasus tersebut. "Kita juga koordinasi dengan bagian hukum dulu," tandasnya. (Surya/Sugiyono)

Baca: Gara-gara E-KTP, 650 Warga Tuban Dipastikan Tak Bisa Nyoblos Pilgub Jatim

Penulis: Sugiyono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved