Lebaran 2018

Belajar Tradisi Lebaran, Puluhan Mahasiswa Amerika di Surabaya Pilih Buat Ketupat

Lebaran Ketupat menarik minat mahasiswa asing yang belajar di Surabaya untuk aktualisasi kreatifitas diri.

Belajar Tradisi Lebaran, Puluhan Mahasiswa Amerika di Surabaya Pilih Buat Ketupat
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Puluhan mahasiswa asal Texas dan California belajar dalam pengenalan tradisi lebaran di Indonesia dalam acara pertukaran budaya di kampus STIE Perbanas, Selasa (26/6/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketupat menjadi hal yang identik setiap perayaan Lebaran Idul Fitri. Bahkan tradisi ketupat hanya ada di Indonesia.

Hal ini membuat STIE Perbanas memutuskan mengajak mahasiswa asing untuk membuat ketupat saat pertukaran budaya di kampusnya, Selasa (26/6/2018).

32 mahasiswa asal Texas dan California Amerika Serikat ini mendapat sambutan antusias dari mahasiswa STIE Perbanas.

Sebelum membuat ketupat mereka diajak memakan ketupat dan sayur Lodeh. Sambil mendengarkan penjelasan mengenai tradisi lebaran di Indonesia.

Analie Krone (20), mahasiswa asal Texas A&M University mengungkapkan membuat ketupat merupakan hal yang unik dan menarik. Apalagi di tempat asalnya tidak ada makanan yang dibungkus dengan daun kelapa muda seperti ketupat.

"Membuatnya susah juga, tapi saya sudah bisa membuat beberapa. Awalnya sulit, tapi anyamannya mirip seperti membuat tempat penyimpanan," ujarnya.

Ia juga belun pernah mendengar tradisi lebaran baru dan baginya hal ini cukup menarik. "Rasanya ketupat lebih enak dari nasi, seperti sereal lembek," jelas Krone.

Pihak STIE Perbanas tidak menunjuk perwakilan khusus untuk menjelaskan pembuatan ketupat pada mahasiswa asing ini.

Yaitu Firda Juwita, dosen sastra Inggris yang menjadi pemateri dalam pembuatan ketupat karena keahliannya membuat ketupat di keluarganya.

"Sulit juga bikin ketupat, anak muda saja sulit bikin ketupat. Tapi di keluarga saya sudah biasa bikin, makanya saya tawarkan untuk menjelaskan pembuatan ketupat ini," lanjutnya.

Dengan pertukaran budaya ini, diharapkan bisa mengenalkan para mahasiswa asing pada tradisi lebaran di Indonesia.

"Makanya menjelaskan ketupat ini dibuat dari apa dan bagaimana tradisinya karena ketupat banyak ditemukan di Indonesia meskipun sayurnya beragam di tiap daerah," urainya.

Fuad Armansyah, ketua bidang kerjasama STIE Perbanas menjelaskan kegiatan ini merupakan kegiatan cross culture dari 32 mahasiswa dari Texas dan California.

Serta melibatkan 30 mahasiswa STIE Perbanas dari berbagai jurusan yang tergabung dalam English Club.

"Kami tidak ada jurusan bahasa, makanya kami pilih yang dari club sehingga mereka mudah dalam berkomunikasi dengan mahasiswa asing," tegas Fuad. (Surya/Sulvi)

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help