Pilkada Jombang

Gara-gara Meme, Tim Sukses Nyono-Subaidi Laporkan KPU Jombang ke Panwaslu

Aksi lapor melapor menjelang coblosan di Jatim mulai marak dilakukan tim sukses calon yang dirugikan.

Gara-gara Meme, Tim Sukses Nyono-Subaidi Laporkan KPU Jombang ke Panwaslu
SURYA/SUTONO
Sugiharto (kiri) memperlihatkan meme berlogo angka 1 yang viral di media sosial, yang diduga disebarkan KPU dan Timses pasangan calon tertentu di Pilkada Jombang, Selasa (26/6/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Tim pemenangan paslon nomor urut dua, Nyono Suharli-Subaidi Mukhtar, melaporkan pelanggaran yang diduga dilakukan KPU Jombang ke Panwaslu setempat, Selasa (26/6/201).

Selain KPU, yang juga dilaporkan atas tudingan serupa adalah ketua tim pemenangan paslon nomor urut satu Mundjidah-Sumrambah.

Laporan dilakukan Tim Advokasi Paslon 2, Sugiharto dan Ketua Timn Pemenangan Nyono-Subaidi, Masud Zuremi.

Alasan pelaporan, karena tim paslon nomor 2, menemukan adanya meme logo dan imbauan nyoblos yang menjadi viral di grup aplikasi WhatsApp (WA).

Baca: Jelang Pemungutan Suara, Aksi Premanisme Terhadap Warga dan Wartawan Terjadi di Kota Madiun

Diduga meme beserta imbauan nyoblos tersebut dikeluarkan KPU dan tim pemenangan paslon nomor urut satu. Meme tersebut intinya bertuliskan anjuran nyoblos pada pilkada 27 Juni, karena tinggal 1 hari lagi.

Yang menjadi masalah, dalam imbauan tersebut ada gambar angka 1 yang mencolok. Meskipun angka 1 itu dimaksudkan untuk melengkapi kata-kata 'tinggal 1 hari', namun angkanya yang besar dianggap sebagai keberpihakan terhadap nomor urut 1.

Menurut Sugiharto, kalau logo dalam meme yang beredar di grup-grup WA itu betul dikeluarkan KPU, maka KPU salah. Sebab, kalau mau adil, seharusnya mulai dari tiga hari menjelang hari H coblosan, harus sama-sama digencarkan.

"Tapi ini setelah kurang satu hari, gambar ajakan memilih itu yang paling viral,” ujar Sugiharto.

Baca: Jelang Pemungutan Suara, Aksi Premanisme Terhadap Warga dan Wartawan Terjadi di Kota Madiun

Imbauan yang ada gambar angka satu itu, dianggapnya mengarahkan masa untuk memilih pasangan nomor urut satu.

“Orang kalau sekilas baca, sepertinya KPU mengisyaratkan nomor satu dipilih, kan gitu. Sebab, tulisan selanjutnya ukurannya sekali. Tangkapan orang, KPU seperti mendorong untuk pilih nomor satu. Ini kajian dari kami,” paparnya.

Halaman
123
Penulis: Sutono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help