Kampus di Surabaya

Kurangi Pencemaran Lingkungan, Tiga Mahasiswa Unair Olah Limbah B3 Jadi Batu Bata

Menjadi masalah di sejumlah besar wilayah, Limbah B3 perusahaan disulapo Tiga mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menjadi batu bata berkualitas.

Kurangi Pencemaran Lingkungan, Tiga Mahasiswa Unair Olah Limbah B3 Jadi Batu Bata
Istimewa
Tiga peneliti mahasiswa FST UNAIR dari Tim PKM-PE menunjukkan tiga varian batu bata dari limbah B3 yang dihasilkan. Mengurangi pencemaran lingkungan 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tiga mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya meneliti limbah beracun dalam beberapa waktu terakhir.

Bukannya dibuang, limbah ini ternyata diubah bentuknya menjadi bau bata.

Penelitian mahasiswa tersebut dilakukan berangkat dari aksi long march warga Desa Lakardowo,  Mojokerto ke Gubernur Jatim beberapa waktu lalu.

Warga melaporkan adanya dugaan pencemaran limbah B3 oleh sebuah perusahaan pengolah limbah B3.

(Kekayaan Melimpah, Saat Heboh Cincin Rp 350 Juta Inul Daratista Dicuri, Respon Suaminya Paling Beda)

(Temuan Petugas Pencari Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun, Mulai Sandal Hingga Boneka Beruang)

Di Indonesia, masalah pencemaran lingkungan seolah tak ada habisnya, terutama masalah limbah beracun dan berbahaya (B3).

Untuk itu, Ketiga mahasiswi ini menggunakan konsep green technology, menjadikan limbah B3 sebagai bahan baku batu bata.

Tiga mahasiswa prodi Teknik Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga tersebut yaitu Sri Eka Dewi F. Sukarelawati, Vindi E. Fatikasari, dan Wildani Mahmudah.

Batu bata dari limbah B3 karya ketiganya melalui berbagai pengujian, dan memiliki kualitas standar, harganya murah, praktis, dan ramah lingkungan.

"Kami sudah melakukan pengujian kualitas, di antaranya uji pandangan luar, uji ukuran dan toleransi, uji kuat tekan, uji garam yang membahayakan, uji kerapatan semu dan uji penyerapan air," ujar Sri Eka Dewi.

"Adapula uji TCLP (Toxicity Charatcteristic Leaching Procedure) dengan variasi bahan yang digunakan yaitu campuran antara iron slag, sludge kertas dan bahan pemadat," tambahnya.

(Lawan Nigeria di Laga Penutup Grup D, Ini Syarat Argentina Bisa Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2018)

(Cerita Korban Selamat KM Sinar Bangun yang Terbalik di Danau Toba, Disuruh Petugas Diam Saat Panik)

Uji Toxicity Charatcteristic Leaching Procedure (TCLP) merupakan uji yang digunakan sebagai penentuan sifat berbahaya atau beracun suatu limbah, uji ini juga bisa digunakan sebagai evaluasi sebelum olahan limbah dipergunakan.

Hasil laporan mereka berjudul “Potensi Limbah B3 Iron Slag Sebagai Bahan Baku Batu Bata dengan Konsep Green Technology”, berhasil memperoleh hibah penelitian Kemenristekdikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2018.

(Jadi Duta Pariwisata Korea Selatan, EXO Kini Dapat Julukan The Nation Pick)

(4 Penemuan Ikan Raksasa di Indonesia, dari Arapaima Gigas di Sidoarjo hingga Kerapu 90 Kg di Aceh!)

 

Penulis: Triana Kusumaningrum
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help