Pilgub Jatim 2018

Terkait Jumlah Pemilih di RS Soebandi Jember Cuma 1, Begini Jawaban Komisioner KPU Jember

suara Pilgub Jatim yang dilakukan di RSUD dr Soebandi, Jember, Jawa Timur hanya diikuti oleh satu orang pemilih.

Terkait Jumlah Pemilih di RS Soebandi Jember Cuma 1, Begini Jawaban Komisioner KPU Jember
SURYA/HANIF MANSHURI
Sri Diet ini digendong Bripka Purnomo menuju TPS 01 Banaran, Kabupaten Lamongan, untuk mencoblos di Pilgub Jatim, Rabu (27/6/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER – Kemarin pemungutan suara Pilgub Jatim yang dilakukan di RSUD dr Soebandi, Jember, Jawa Timur hanya diikuti oleh satu orang pemilih.

Ketua PPK Kecamatan Patrang Ahmad Fauzi Yusuf, menerangkan telah mengirimkan surat kepada manajemen RSUD dr Soebandi terkait persyaratan yang harus dibawa oleh pemilih agar bisa menyalurkan suaranya di TPS Mobile yang bergerak ke rumah sakit plat merah tersebut.

"Untuk pemilih yang ingin menggunakan hak suaranya di RS Soebandi wajib menggunakan form A-5," kata Ahmad, Rabu (27/6/2018).

Baca: Jerman Tersingkir dari Piala Dunia, IG Roy Kiyoshi Diserbu Netizen, Soal Ramalan Ramai Disebut

Ia menambahkan batas waktu mendapatkan form A-5 atau form pindah memilih bisa didapatkan sampai H-1 pencoblosan atau Selasa (25/6/2018) kemarin. Hal tersebut, kata dia, juga telah dikomunikasikan kepada manajemen rumah sakit.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Jember divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Ahmad Hanafi turut buka suara. Hanafi menjelaskan bahwasanya hal tersebut dapat terjadi karena kedatangan pasien maupun keluarnya pasien tidak menentu, sehingga mempengaruhi pasien dalam pengurusan form A 5 yang digunakan untuk memilih di luar domisili. Sedangkan pengurusan form A 5 dibuka maksimal pada H-3 pencoblosan.

"Kemarin kita dapat informasi bahwa di RS Soebandi jumlah partisipasi cuman 1 orang, tingkat partisipasinya tinggi itu susah, karena keluar masuk ke rumah sakit itu sulit diperkirakan, sehingga kesempatan mengurus form A5 itu juga susah, karena maksimal H-3, jadi mereka gak ada kesempatan ngurus dan tiba-tiba tertimpa musibah juga," terang Hanafi ketika dikonfirmasi di ruangannya, Kamis (28/6/2018).

Baca: SBY Kirimkan Karangan Bunga Ucapan Selamat untuk Khofifah

Ia menambahkan KPU Jember tidak memberi perpanjangan batas maksimal pengurusan form A5 dikarenakan untuk meminimalisir kecurangan selama pelaksanaan pemilihan.

"Kenapa kita tidak perpanjang atau beri kelonggaran soal pengurusan A5 karena itu berpotensi membuka potensi kecurangan, manipulasi soal daftar pemilih, jadi kita beri batas waktu itu," tambahnya.

Direktur RSUD dr Soebandi dr Hendro Sulistyono mengaku baru menerima pemberitahuan terkait persyaratan dari PPK Patrang baru pada Senin (25/6/2018) kemarin.

Surat pemberitahuan itu, lanjut dia, juga telah diinformasikan kepada seluruh karyawan, pasien, dan keluarga pasien menggunakan blue code atau pengeras suara

"Senin ke Rabu itu kan sangat cepat sekali," pungkas Hendro.

Hendro menerangkan ada 130 karyawan dan sekitar 250 pasien yang dirawat di rumah sakit. Dengan jumlah itu, Hendro menilai jangka waktu 1 jam pemungutan suara Pilgub Jatim di RSUD dr Soebandi tidak cukup.
"Kalau ditambah penjaga pasien 2 orang per pasien, bisa jadi dua sampai 3 kali lipat. Saya kira waktunya kurang lah," pungkasnya. (ew)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help