Banyaknya Penyedia Wisata Internet Reservation Jadi Tantangan Baru Pelaku Biro Perjalanan Wisata

Banyaknya pelaku wisata yang menyediakan internet reservation menjadi tantangan baru bagi para pelaku bisnis biro perjalanan wisata saat ini.

Banyaknya Penyedia Wisata Internet Reservation Jadi Tantangan Baru Pelaku Biro Perjalanan Wisata
Tribunnews.com
Ilustrasi liburan 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Banyaknya pelaku wisata yang menyediakan internet reservation menjadi tantangan baru bagi para pelaku bisnis biro perjalanan wisata saat ini.

Ketua Dewan Tata Krama Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jawa Timur, Nanik Sutaningtyas mengatakan, maraknya penyedia layanan perjalanan wisata secara online berimbas pada usaha jasa biro perjalanan wisata.

Sebelumnya, kata dia, pelaku usaha jasa biro wisata juga harus memenuhi persyaratan keagenan dengan komisi yang minim.

Baca: Tahun ini Jadi Batas Penukaran Empat Pecahan Uang Kertas Lama Tahun Emisi 1998 dan 1999

"Belum lagi adanya pajak yang dibebankan kepada penyedia jasa biro perjalanan wisata. Itu bisa menjadi pemicu persaingan yang tidak sehat antara biro perjalanan wisata dengan penyedia layanan perjalanan secara online," jelasnya saat dihubungi TribunJatim.com, Jumat (29/6/2018).

Nanik menyebut, untuk membangun pariwisata yang baik dan benar diperlukan adanya keberadaan biro perjalanan wisata dengan pelayanan servis dari sumber daya manusianya.

"Jika pemerintah tidak proteksi mulai sekarang, akan bedampak mulai dari kualitas tur itu sendiri hingga pengangguran," jelasnya.

Baca: Tak Hanya Model Studio dan Corner Suite, Jenis Loft Juga Jadi Model Apartemen Kekinian Lho!

Jika hanya mengandalkan sistem online saja tanpa mengedepankan service layanan sumber daya manusia, lanjut dia, dikhawatirkan akan saling tuding dan saling menyalahkan sistem.

"Padahal, tur menyangkut keamanan dan kenyamanan. Pengusaha biro perjalanan dituntut untuk sertifikasi kompetensi," ungkapnya.

Nanik berharap, pemerintah Indonesia ikut serta menanggulangi kelangsungan masa depan pengusaha biro perjalanan wisata yang memiliki banyak karyawan.

Baca: Pasarkan Bawang Bombai Impor dari India, Lima Perusahaan di Surabaya Dicabut Izinnya

Satu di antara upaya yang bisa dilakukan ialah regulasi proteksi sistem online dan biro perjalanan wisata.

"Karena selain tantangan itu, belum lagi kenaikan nilai mata uang asing juga bisa menjadi tantangan tersendiri terhadap pelaku usaha perjalanan wisata ke depannya," imbuhnya.

Yuk subscribe YouTube Channel TribunJatim.com

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help