Kampus di Surabaya

Alasan Kelima Mahasiswa Unair Membuat Anti Nyamuk, Selain Masih Jarang juga Tingkatkan Perekonomian

Kelima mahasiswa Unair Surabaya berhasil menginovasikan rumput laut menjadi anti nyamuk.

Alasan Kelima Mahasiswa Unair Membuat Anti Nyamuk, Selain Masih Jarang juga Tingkatkan Perekonomian
ISTIMEWA
Kemasan lotion LOLA karya mahasiswa Unair 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Muhammad Fadhil Ilham Almadani, Aditya Dwi Saputra, Yolanda Graciela Budiman, Dayne Salkha Moudya, dan Muhammad Zamzami merupakan lima mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga Surabaya.

Kelima mahasiswa tersebut berhasil menginovasikan rumput laut menjadi anti nyamuk.

"Ide untuk memanfaatkan rumput laut Sargassum sp. ini muncul dari pengalaman salah satu anggota tim yang pernah membuat lotion dan memiliki daya tarik yang baik di lingkungan masyarakat," ujar Muhammad Fadhil Ilham Almadani Ketua Tim tersebut, Sabtu (30/6/2018).

Alasan lain yang mendukung untuk memanfaatkan rumput laut Sargassum Sp. adalah karena pemanfaatannya sebagai lotion belum variatif, dan masih sebatas sebagai handbody.

Lima Mahasiswa Unair Ubah Rumput Laut Jadi Lotion Anti Nyamuk )

Dikatakan, sebagian besar masyarakat mengolah Sargassum Sp. ini sebagai serbuk minuman dan bahan obat, tetapi belum banyak yang mengetahui bahwa Sargassum Sp. dapat diolah menjadi lotion anti nyamuk yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

”Kami ingin membuat inovasi baru ini dengan memanfaatkan rumput laut Sargassum sp., sebab rumpul laut ini belum banyak dikembangkan oleh masyarakat,” ujar Fadhil.

Destinasi produk ini mampu menarik perhatian masyarakat karena memiliki sisi unik, apalagi dikemas dalam sebuah produk baru, terlebih lagi, losion anti nyamuk dari rumput laut ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kalangan masyarakat dan menjadi inovasi terbaru.

Ditambahkan oleh Yolanda Graciela Budiman, lotion berbahan alami ini dijual dengan harga terjangkau masyarakat, yaitu dengan harga Rp 7.000 per satu botol ukuran 60 ml.

Kurangi Pencemaran Lingkungan, Tiga Mahasiswa Unair Olah Limbah B3 Jadi Batu Bata )

”Dengan harga sebesar itu kami yakin dapat dijangkau oleh semua kalangan. Bentuknya juga relatif kecil, sehingga dapat dengan mudah dibawa kemana saja,” ujarnya.

Penulis: Triana Kusumaningrum
Editor: Edwin Fajerial
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved