Pasien Gatal-gatal di Tulungagung Menolak Dirujuk ke Rumah Sakit

Puskesmas Tunggangri langsung merespon laporan wabah gatal-gatal di Desa Pagersari, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, Jawa Timur.

Pasien Gatal-gatal di Tulungagung Menolak Dirujuk ke Rumah Sakit
david yohanes/surya
Rifa (38) dan anaknya, Kinara (3 bulan) yang menderita gatal-gatal. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Puskesmas Tunggangri langsung merespon laporan wabah gatal-gatal di Desa Pagersari, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, Jawa Timur.

Seorang petugas mendatangi keluarga Sudaryanto (40), yang seluruh anggota keluarganya menderita gatal-gatal.

Diungkapkan Kepala Puskesmas Tunggangri, dr Dony Wahyu BS, anak Sudaryanto yang masih berusia 3 bulan, Kinara perlu dirujuk ke rumah sakit.

Sebab menurutnya, perlu perawatan spesifik untuk kinara. Untuk deteksi awal, warga menderita scabies dan psoriasis.

Baca: Pria Bertato Diduga Korban Pembunuhan Ditemukan di Tengah Danau Mojokerto

“Tumbuh kembang anaknya juga ikut terganggu. Sebenarnya harus konsultasi ke poli anak,” terang Dony, Senin (2/7/2018).

Puskesmas Tunggangri akan memantau perkembangan Kinara. Sebenarnya Kinara sudah mulai membaik, setelah dibawa ke dokter spesialis kulit.

Namun kondisinya masih sangat memrihatinkan, karena gatal-gatal menyerang sekujur tubuhnya.

Sejauh ini Dony belum memastikan wilayah yang terserang penyakit ini. Karena itu Dony memerintahkan bidan desa untuk aktif memantau.

Sementara Rifa (38), istri Sudaryanto memilih menolak dirujuk ke rumah sakit. Rifa beralasan, saat ini Kinara dalam masa pengobatan dokter spesialis.

“Sekarang kan dalam perawatan dokter spesialis kulit. Sebarnya sama saja,” ujarnya.

Baca: Bara JP Pastikan Khofifah Indar Parawansa Dukung Joko Widodo Calonkan Diri Jadi Presiden Lagi

Namun Rifa akan mengikuti saran pihak Puskesmas, untuk membawa Kinara ke dokter spesialis anak. Terutama untuk mengatasi kondisi anaknya yang kekurangan nutrisi.

“Perkambangannya memang agak terganggu. Mungkin karena menderita gatal-gatal sejak usia satu bulan,” ucapnya.

Sebelumnya warga Desa Pagersari mengalami serangan wabah gatal-gatal. Sekurangnya ada delapan keluarga yang menderita penyakit ini. Namun sebagian besar sudah sembuh dan menyisakan bekas hitam di sekujur tubuh.

Serangan wabah gatal ini tidak hanya di Pagersari. Kejadian yang sama juga ada di desa-desa sekitarnya. (David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help