Pegadaian Syariah Merambah Pulau Madura

sebanyak 87 outlet pegadaian di Pulau Madura telah beralih ke sistem layanan Pegadaian Syariah.

Pegadaian Syariah Merambah Pulau Madura
Ahmad Faisol/Surya
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso (kiri) didampingi Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin (kedua dari kiri), saat meninjau outlet Pegadaian Syariah di Bangkalan, Senin (2/7/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Per 1 Juli, sebanyak 87 outlet pegadaian di Pulau Madura telah beralih ke sistem layanan Pegadaian Syariah.

Pengalihan dari sistem konvensional ini digelar secara simbolis di Kantor Pegadaian Syariah Bangkalan, Jalan Ki Lemah Duwur, Senin (2/7/2018).

Dirut PT Pegadaian (Persero) Sunarso mengungkapkan, program konversi layanan syariah di Madura tak lepas dari potensi penduduknya yang mayoritas beragama Islam.

"Motif nasabah di Madura yang datang ke pegadaian antara motif benefit dan syar'i seimbang. Sebab, hampir 99,6 persen masyarakat Madura beragama islam," ungkap Sunarso usai Peresmian Layanan Pegadaian Syariah di Kantor Pegadaian Bangkalan.

Baca: Angkasa Pura I Ajukan Peralihan Maskapai untuk Hindari Kepadatan Penumpang di Bandara Juanda

Ia menjelaskan, program konversi 100 persen syariah itu berawal dari kujungan PT Pegadaian dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke pesantren - pesantren di Madura.

Kala itu, para santri dan kiai menyampaikan aspirasi kepada Ketua MUI KH Ma'ruf Amin agar dapat difasilatasi dengan sistem layanan gadai syariah.

"Alhamdulilah apa yang menjadi komitmen kami kepada masyarakat Madura sudah terwujud. Jadi sekarang tidak ada lagi layanan pegadaian konvensional di Madura," jelasnya.

Menurutnya, layanan gadai syariah ini bukan bersifat eksklusif, tapi inklusif. Artinya, pelayanan yang diberikan tidak sebatas untuk nasabah muslim saja.

Namun berlaku bagi semua nasabah non muslim sebagai langkah awal memajukan ekonomi berbasis syariah di Madura.

"Semoga dapat memajukan bisnis dan menyejahterakan umat," ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini pegadaian memiliki 4.322 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 611 kantor cabang di antaranya merupakan kantor layanan syariah.

Baca: Brasil vs Meksiko, Inilah 5 Pemain Kunci El Tri yang Berambisi Putus Tren Negatif Babak 16 Besar

"Sekarang kantor layanan syariah bertambah 87 outlet di Madura, maka totalnya sebanyak 698 layanan syariah," tandasnya.

Sementara itu, Ketua MUI KH Ma'ruf Amin menyambut baik program konversi dari sistem konvensional menjadi layanan syariah di Madura.

Sehingga masyarakat semakin paham dengan keberadaan pagadaian syariah.

"Indonesia sangat ketinggalan dalam penyerapan dana dari keuangan syariah. Saya berharap sistem konversi ini dapat meningkat lebih besar lagi," terangnya. (Surya/Ahmad Faisol)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved