Tes Akademis Masuk SMP Negeri di Gresik Bikin Wali Murid Was - Was

Ratusan calon wali murid sekolah negeri pertama (SMP) Negeri di Gresik was-was dengan tes tulis uji kompetensi siswa

Tes Akademis Masuk SMP Negeri di Gresik Bikin Wali Murid Was - Was
(surya/Sugiyono)
Wali murid calon SMP Negeri di Gresik rela berjubel untuk menjemput putra -putrinya usai tes akademis, Senin (2/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM,GRESIK - Ratusan calon wali murid sekolah negeri pertama (SMP) Negeri di Gresik was-was dengan tes tulis uji kompetensi siswa. Sebab, nilai tes tersebut sebesar 30 persen dan diduga kurang aman.

Wali murid calon SMP Negeri Gresik rela menunggu dan berjemur di bawah terik matahari untuk menunggu putra - putrinya menyelesaikan tes akademis sampai pukul 10.00 WIB.

"Ini menunggu antar anak tes tulis. Semoga hasilnya terbaik. Besok tanggal Rabu 11 Juli 2018 diumumkan secara serentak di internet. Semoga bisa muncul," kata wali murid yang enggan menyebutkan namanya saat menunggu putranya di SMP Negeri 2 Kebomas, Senin (2/7/2018).

Begutu juga disampaikan wali murid lain juga was-was terhadap hasil ujian putrinya sebab, dalam ujian itu soal dan pengawas kurang ketat sehingga bisa dengan mudah terjadi kecurigaan secara sistematis dan terstruktur.

Baca: Dianggap Netizen Matre, Fakta Lain Hilda Vitria Diungkap Billy Syahputra, ‘Dia Tak Minta Sedikitpun’

"Iya was-was saja pak. Ujiannya tidak seketat ujian nasional tapi bobotnya 30 persen. Kemudian nilai hasil ujian nasional sebesar 60 persen. Sisanya 10 persen penilaian prestasi akademik dan nilai prestasi non akademik," kata wali murid lainnya yang menunggu putrinya.

Sementara Kepala Seksi Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Nur Maslichah, mengatakan bahwa tes kademis siswa dijamin rahasia dan aman.

"Kerahasiaannya dijamin," kata Nur Maslichah.

Baca: Material Bambu Untuk Kapal Di Klaim 1,5 Kali Lebih Kuat Dari Kayu Jati

Lebih lanjut, Nur Maslichah mengatakan bahwa prosentase bobot penilaian masuk sudah ditentukan bersama dewan. Yaitu sertifikat hasil ujian nasional (SHUN) sebesar 60, tes akademis 30 persen dan nilai potensi akademik (NPA) 5 persen dan nilai potensi non akademis (NPNA) 5 persen.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda mengatakan bahwa untuk PPDB diharapkan ada tim independen yang memantau tes akademis sehingga bisa betul - betul independen. "Harus dari tim independen," kata Huda. (Surya/Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help