Video Viral Raja Sengon dari Banyuwangi Ternyata Hanya Bahan Candaan Saja

Video seorang Raja Sengon yang viral di media sosial, hanya merupakan bahan bercanda saja. Wahyu Widodo, warga Muncar, Banyuwangi,

Video Viral Raja Sengon dari Banyuwangi Ternyata Hanya Bahan Candaan Saja
Surya/Haorrahman
Wahyu Widodo 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Video seorang Raja Sengon yang viral di media sosial, hanya merupakan bahan bercanda saja. Wahyu Widodo, warga Muncar, Banyuwangi, orang dalam video tersebut mengatakan, semua yang diucapkan itu tidak benar, hanya bercanda saja.

"Apa yang saya katakan dalam video tersebut tidak benar. Itu hanya bahan bercanda saja, untuk whatsapp grup," kata Wahyu, Senin (2/7/2018).

Wahyu mengatakan, semua isi dalam video, yang menyebut dia dikirim uang 16 kontainer, dan konten lainnya dalam video tersebut hanya hoaks belaka.

"Itu hoaks, saya hanya bercanda sama teman-teman. Saya juga tidak menyangka bisa menjadi viral seperti ini," kata Wahyu.

Baca: Calon yang Diusung Gagal Menang Pilkada, Ketua PDIP ini Langsung Mundur dari Jabatannya

Wahyu menceritakan, video berdurasi 1.36 menit itu dibuat sekitar tiga bulan lalu. Video itu lalu diupload di whatsapp grup yang di dalam grup tersebut ada dirinya.

Video itu hanya untuk bahan bercanda saja.

"Video itu hanya untuk menghibur anggota grup saja. Tidak ada maksud lain," kata Wahyu.

Namun sekitar tiga hari yang lalu, Wahyu terkejut karena video tersebut menjadi viral dan tersebar di media sosial.

Baca: Lakukan Order Fiktif, 15 Driver Online Didakwa Pasal Berlapis

"Saya tidak tahu siapa yang mengupload di youtube dan media sosial lainnya. Saya minta tolong dihapus saja, saya risih," katanya.

Akibat video tersebut, Wahyu mengaku sungkan pada dengan istri dan anaknya.

Pria berumur 50 Tahun itu memang merupakan pengusaha kayu sengon. Dirinya merintis usaha tersebut sejak puluhan tahun. Namun Wahyu menegaskan, apa yang ada di video tersebut hanya hoaks belaka. (haorrahman)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help