Mufti Lazuardi Penerjemah Bahasa Isyarat, Berharap Tayangan TV Ada Penerjemah Bahasa Isyarat

Mufti Lazuardi tampil pada tayangan TV menerjemahkan bahasa isyarat. Saat debat publik Pilgub Jatim dan Pilwali Kota Kediri

Mufti Lazuardi Penerjemah Bahasa Isyarat, Berharap Tayangan TV Ada Penerjemah Bahasa Isyarat
(Surya/Didik Mashudi)
Mufti Lazuardi saat menerjemahkan bahasa isyarat untuk tayangan di Stasiun Dhoho TV Kediri. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Bahasa isyarat saat ini semakin banyak diperkenalkan untuk kegiatan tayangan di TV.

Profesi ini cukup menjanjikan karena ke depan setiap tayangan pemberitaan di TV juga harus menampilkan penerjemah bahasa isyarat. Salah satu penerjemah bahasa isyarat ini dilakukan Mufti Lazuardi.

Mufti Lazuardi (25) sudah empat tahun menekuni sebagai penerjemah bahasa isyarat. Bahasa ini sangat dibutuhkan bagi penyandang tuna rungu.

Melalui tayangan bahasa isyarat, penyandang disabilitas ini dapat memahami materi yang disampaikan.

Sudah beberapa kali Mufti Lazuardi  tampil pada tayangan TV menerjemahkan bahasa isyarat. Beberapa di antaranya saat debat publik Pilgub Jatim serta debat publik Pilwali Kota Kediri.

Baca: 65 CJH Tambahan Kabupaten Mojokerto Gabung Kloter 28 di Probolinggo

Saat kamera menyorot pasangan yang ikut berdebat, Mufti juga disorot khusus kamera. Kedua tangannya terus bergerak menerjemahkan materi yang disampaikan pembicara melalui bahasa isyarat.

Sehingga wajah Mufti juga ikut tampil di sudut bawah siaran langsung TV dengan kedua tangannya terus bergerak.

Ke depan kata Mufti, bahasa isyarat menjadi sangat penting mengingat penyandang tuna rungu di Indonesia jumlahnya juga cukup banyak.

Penyandang disabilitas ini tidak bisa memahami bahasa verbal lisan, namun dapat mengetahui dari isyarat tangan dan mimik penerjemah.

Menurut Mufti, awal ketertarikannya mempelajari bahasa isyarat bukan dari pendidikan formal. Saat itu dia bergabung pada Komunitas Akar (Aksi arek) Tuli di Malang yang memang concern pada bahasa isyarat.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help