Persebaya

Persebaya Sering Raih Hasil Imbang, Dua Faktor Ini yang Harus Dibenahi Alfredo Vera

Pelatif Alfredo punya PR besar, setelah Persebaya jadi tim paling banyak meraih hasil imbang di Liga 1 putaran pertama.

Persebaya Sering Raih Hasil Imbang, Dua Faktor Ini yang Harus Dibenahi Alfredo Vera
TRIBUNJATIM.COM/NDARU WIJAYANTO
Para pemain Persebaya saat latihan di Lapangan Polda Jatim, Kamis (28/6/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Persebaya Surabaya menjadi tim yang paling banyak meraih hasil imbang di Liga 1 putaran pertama.

Dari 12 laga yang sudah dijalani, Tim Bajul Ijo meraih enam kali laga imbang, tiga kali menang dan tiga kali kalah.

Melihat hasil ini, Pengamat Sepakbola Hadi Santoso mengatakan, Persebaya Surabaya ternyata masih memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar dapat memperbaiki hasil imbang tersebut menjadi hasil kemenangan.

"Secara penampilan, Persebaya sejatinya sudah bisa bermain rapi dan terorganisir. Pelatih Alfredo Vera juga mampu membuat Persebaya bermain kolektif dan tidak bergantung pada satu pemain. Permainan Persebaya juga relatif stabil baik di kandang maupun di luar kandang," ujarnya, kepada Surya, Senin (2/7/2018).

Namun, bila mengevaluasi penampilan Persebaya di pertandingan terakhir melawan Persija, PSM, Persipura dan Madura United, Hadi menilai masih ada beberapa pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki. Salah satunya menjaga fokus ketika posisi sedang unggul.

Hal itu setelah melihat beberapa laga yang telah dijalani Persebaya sebelumnya. Bajul Ijo sering mengalami fenomena unggul skor terlebih dahulu.

Namun karena dinilai kurang fokus, Irfan Jaya dkk akhirnya dapat diimbangi dan lagapun berakhir seri.

Ini terlihat ketika Persebaya bermain 1-1 dengan tuan rumah Persija lalu, Persebaya mampu unggul lebih dulu. Namun, Persija bisa menyamakan skor lewat gol yang sebenarnya bisa diantisipasi bila kiper dan pemain-pemain belakang Persebaya lebih fokus dan meningkatkan komunikasi ketika bertahan.

Lalu ketika bermain 1-1 menjamu Persipura, lawan bisa mendapat gol lebih dulu karena pemain Persebaya sedikit kurang fokus saat mengontrol bola, sehingga bola lantas dicuri dan menjadi gol..

Tak hanya faktor kurang fokus pemain yang dicermati oleh pengamat, faktor lemahnya antisipasi set piece atau bola mati di depan gawang juga menjadi penyebab gagalnya Persebaya meraih hasil menang dan kebanyakan meraih hasil imbang.

"PR (pekerjaan rumah, red) kedua yang perlu diatasi ialah bagaimana mengantisipasi bola-bola set piece. Persebaya terlihat masih kurang dalam hal ini. Kita ingat, ketika kalah 0-1 dari PSM di Makassar, gol lawan tercipta dari sepak pojok. Begitu juga ketika bermain 2-2 dengan tuan rumah Madura United, Persebaya sempat unggul 2-1 tetapi disamakan lewat gol yang bermula dari free kick," tegas Hadi.

Menurut mantan Wartawan Harian Surya ini, apabila dua PR ini dapat diatasi dengan baik oleh Alfredo Vera Pelatih Persebaya, Persebaya akan dapat meriah poin penuh di lima laga sisa.

"Andai dua PR itu bisa diperbaiki, dan bila Persebaya tetap mampu bermain rapi dengan mengandalkan semangat arek-arek Suroboyo, saya cukup yakin Bajul Ijo bisa meraup banyak poin di lima laga sisa putaran pertama," tandasnya. (Surya/myu)

Penulis: Dya Ayu
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved