Penjual Alat Tulis di Tuban Mulai Diserbu Pembeli Karena Ini

Pedagang alat tulis di Pasar Baru Tuban, dalam beberapa hari ini mengalami peningkatan penjualan yang cukup siginifikan.

Penjual Alat Tulis di Tuban Mulai Diserbu Pembeli Karena Ini
M Sudarsono/Surya
Penjual Buku di pasar baru Tuban diserbu pembeli menjelang tahun ajaran baru 2018/2019 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pedagang alat tulis di Pasar Baru Tuban, dalam beberapa hari ini mengalami peningkatan penjualan yang cukup siginifikan.

Baik buku, pensil, bolpoin, penghapus, dan tempat pensil atau kotakan, ramai diserbu pembeli dari berbagai daerah.

Rata-rata mereka yang membeli adalah untuk mempersiapkan tahun ajaran baru 2018/2019, baik untuk siswa SD, SMP, SMA yang akan segera masuk sekolah.

Bahkan, para pedagang rumahan juga mulai memborong peralatan tulis untuk bahan dagangannya di rumah.

Salah seorang pembeli, Dian Nur Cahyani (36) mengatakan, beberapa hari terakhir ini pembeli peralatan sekolah di rumahnya semakin banyak.

Oleh karenanya setiap dua atau tiga hari, dia selalu mengusahakan datang ke pasar baru untuk membeli peralatan tulis dengan jumlah yang banyak, untuk di jual kembali.

"Saya beli buku, kotak tempat pensil serta pensil dan beberapa peralatan tulis lainnya, nanti akan saya jual lagi," ujar pedagang rumahan asal Kecamatan Semanding tersebut.

Sementara itu, salah satu pedagang di pasar baru Tuban, Soimah (32) menjelaskan, akhir-akhir ini memang penjualan peralatan tulis terus meningkat.

Bahkan diakuinya, dalam sehari penjualan buku bisa sampai 3500 pak/lusin buku.

"Bisa sampai 3500 pak per hari, apalagi kalau pas ramai," ujar penjual yang berlapak didekat pintu masuk pasar tersebut.

Dia menjelaskan, saat musim tahun ajaran baru seperti sekarang ini, pasokan dagangan peralatan sekolah terus didatangkan, demi untuk memenuhi ketersediaan.

"Saya setiap hari terus mendatangkan pasokan peralatan sekolah, terutama buku yang paling banyak," terangnya.

Meningkatnya penjualan alat tulis tersebut, menurut perempuan berkerudung itu mempengaruhi hasil yang didapat.

Setidaknya, omset atau pendapatan kotor bisa sampai 70-100 juta per hari. Sebab, penjualan mengalami peningkatan 10 kali lipat dibandingkan hari biasa.

"Penjualan naik 10 kali lipat, kemungkinan meningkatnya penjualan akan bertahan sampai ajaran baru masuk," pungkasnya.(nok)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved