Persebaya

Persebaya Tim yang Kena Denda Terbanyak di Liga 1, Ini Rincian Denda yang Dibayar Bajul Ijo

Jadi tim yang mendapat sanksi denda terbanyak di gelaran Liga 1, Persebaya harus merogoh kocek sedalam ini.

Persebaya Tim yang Kena Denda Terbanyak di Liga 1, Ini Rincian Denda yang Dibayar Bajul Ijo
TRIBUNJATIM/IST
Manajer Tim Persebaya nChairul Basalamah (kiri). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Persebaya Surabaya menjadi tim yang mendapatkan sanksi denda terbanyak secara nominal di Liga 1.

Hingga pekan ke-14 ini dari data PSSI, tercatat Tim Bajul Ijo harus membayar Rp 805 juta yang semuanya merupakan rekap sanksi denda sejak awal hingga sanksi terakhir yang diterima yakni soal denda suporter menyalakan kembang api berkali-kali yakni dengan denda sebesar Rp 300 juta.

Sementara, untuk sanksi denda terbesar didapat Persebaya senilai Rp 410 juta saat menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo.

Denda itu merupakan jumlah total dari tiga hal pelanggaran yakni tingkah laku buruk suporter, tingkah laku buruk suporter dan pengawas pertandingan. Serta terkait tingkah laku pemain yang dalam hal ini ialah Oktafianus Fernando yang terlibat konflik di lapangan dengan Hendro Siswanto pemain Arema FC.

Terkait jumlah denda yang hampir 1 miliar ini, manajemen Persebaya memastikan jika manajemen telah membayar denda pada PSSI sesuai dengan sanksi yang telah ditetapkan.

"Sudah kami jalani karena kami tidak bisa apa-apa," kata Chairul Basalamah Manajer Persebaya, Kamis (5/7/2018).

Basalamah berharap, dengan dibayarnya seluruh denda yang dibebankan pada Persebaya, seluruh elemen tim terutama para suporter dapat mendukung serta mencintai Persebaya dengan cara yang baik dan aman.

Sebab tak dipungkiri, denda juga menjadikan tim merugi, apalagi kompetisi Liga 1 masih panjang.

"Momentum ulang tahun Persebaya kemarin untuk introspeksi semua pihak. Saya tahu semua mencintai Persebaya, menghujat juga karena cinta. Tapi saat ini yang dibutuhkan tim dan klub ialah bersatu, dan menurunkan ego. Kalau ingin lebih baik, semua harus sama-sama introspeksi. Termasuk saya," imbuhnya.

"Tidak ada kata telat, masih ada waktu," tegas Basalamah. (Surya/Myu)

Penulis: Dya Ayu
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help