Dosen UK Widya Mandala: Susu Kental Manis Bukan Untuk Pemenuhan Gizi Pertumbuhan Anak

Belakangan ini banyak perbincangan tentang susu kental manis. Menurut BPOM, SKM tidak layak disamakan dengan produk minuman bergizi.

Dosen UK Widya Mandala: Susu Kental Manis Bukan Untuk Pemenuhan Gizi Pertumbuhan Anak
wikiHow
susu kental manis 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Belakangan ini banyak perbincangan tentang susu kental manis atau SKM.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahkan mebuat surat edaran tekait aturan mengiklankan produk SKM.

Menurut BPOM, SKM tidak layak disamakan dengan produk minuman susu seperti susu UHT maupun susu bubuk.

Untuk itu, produk ini tidak seharusnya diiklankan sebagai produk susu.

(Pakde Karwo Minta Warga Lapor Jika Ada Kegiatan yang Dinilai Mencurigakan di Lingkungannya)

(Jenguk Anak Korban Bom Pasuruan, Pakde Karwo Yakin Pelaku Segera Tertangkap)

"Kalau menurut saya sampai sekarang susu kental manis (SKM) masuk kategori produk olahan susu, jadi masuk kategori susu," ujar Netty Kusumawati, Dosen Teknik Pengolahan Susu Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya pada Jumat (6/7/2018)

Menurutnya, perlu ada aturan pengiklanan produk SKM, agar konsumen tidak tidak menyamakan SKM dengan produk olahan minuman susu lainnya.

"Kalau susu bubukkan komponen susunya yang banyak, sedangkan susu kental manis ada sebagian besar gula di situ. Kalau fungsinya disamakan, dampaknya akan berbeda," terang Netty

Netty menyebut, SKM dalam kategori pangan BPOM mengandung lemak susu sekitar 6 sampai 8 persen, sementara kadar gulanya bisa mencapai 40 persen.

"kalau (SKM) dikonsumsi seperti susu bubuk biasa, tentunya gizinya tidak sama," ujar Netty.

(Pakde Karwo Minta Warga Lapor Jika Ada Kegiatan yang Dinilai Mencurigakan di Lingkungannya)

(Grup Tari Surabaya Sabet Medali Perunggu World Cup Dance 2018 di Spanyol, Indonesia Peringkat Empat)

Sepakat dengan BPOM, Netty menganjurkan warga untuk memfungsikan SKM hanya sebagai topping atau pelengkap minuman dan makanan, bukan untuk menambah kebutuhan gizi sehari-hari.

Dia pun meminta para produsen untuk tidak mencantumkan kata 'susu' dalam produk SKM mereka.

"Jadi mungkin di masyarakat salah persepsi dari kegunaan susu kental manis, sehingga BPOM mengeluarkan surat edaran tentang susu kental manis," pungkasnya.

(Bertandang ke Markas Arema FC, Persela Lamongan Siap Curi Poin di Malang)

(10 Potret Tzuyu TWICE, Pesonanya Sampai Bikin Seorang Fotografer Bengong, Pose Mana Favoritmu?)

Penulis: Triana Kusumaningrum
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help