Home »

Jatim

Aneh, PPDB Sudah Ditutup, 12 SMPN Favorit ini Masih Kekurangan Siswa

Jadi SMPN favorit tidak jadi jaminan akan mudah mendapat siswa, belasan sekolah di Jatim ini jadi contoh nyata.

Aneh, PPDB Sudah Ditutup, 12 SMPN Favorit ini Masih Kekurangan Siswa
SURYA/DAVID YOHANES
Sejumlah orang tua saat mendaftarkan anaknya ke SMPN favorit di Tulungagung. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sebanyak 12 SMP Negeri di Kabupaten Tulungagung masih belum bisa memenuhi pagu siswa yang ditetapkan. Padahal penerimaan peserta didik baru (PPDB) sudah ditutup.

Semua SMP Negeri yang kekurangan siswa ini tidak hanya di pinggiran, namun sekolah di wilayah kota.

Misalnya SMPN 6 Tulungagung dan SMPN 5 Tulungagung yang ada di Kecamatan Kota. Bahkan SMPN 5 Tulungagung kekurangan siswa yang paling banyak dari 12 sekolah. Sekolah ini kekurangan 113 dari pagu.

Sepuluh sekolah lainnya adalah, SMPN 1 Bandung, SMPN 1 Besuki, SMPN 1 Pagerwojo, SMPN 1 Pakel, SMPN 1 Rejotangan, SMPN 2 Besuki, SMPN 2 Ngantru, SMPN 2 Pakel, SMPN 2 Sumbergempol, dan SMPN 3 Ngunut.

Baca: Sempat Dihajar Warga Hingga Babak Belur, Terduga Pelaku Pamer Kemaluan Dilepas di Kantor Polisi

Baca: SW, Pria Pemberani yang Tembak Pelaku Teror Bom Pasuruan dengan Senapan Berburu

Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tulungagung (Disdikpora), Haryo Dewanto mengatakan, sekolah yang masih kekurangan siswa diperlakukan secara khusus. Mereka diberi kesempatan untuk membuka pendaftaran lagi.

“Kita beri kesempatan membuak pendaftaran sampai pagunya terpenuhi,” terang Yoyok, panggilan akrab Haryo, Senin (9/7/2018).

Yoyok menambahkan, kekurangan siswa di sekolah-sekolah ini di luar perkiraan. Sebab angkanya lebih besar jika dibanding tahun sebelumnya. Belum diketahui secara pasti penyebab kondisi kekurangan pagu ini.

Namun diduga, banyak lulusan SD yang memilih melanjutkan sekolah ke MTs dan SMP swasta. Apalagi SMP swasta sudah membuka pendaftaran jauh sebelum SMP negeri membuka pendaftaran. Namun ada kemungkinan, banyak siswa gagal masuk SMPN pilihan dan tidak mengambil berkas pendaftaran.

Baca: Dua Emak-emak Cekcok di Pasar Galis Bangkalan, Tiba-tiba Celurit Melayang

Baca: Tak Terima, Dua Paslon Pilkada Bangkalan Ajukan Gugatan Hasil Rekap Suara KPU ke MK

“Sepertinya ada kecenderungan mereka daftar ke sekolah favorit. Begitu tidak diterima, mereka tidak mengalihkan pendaftaran,” tutur Yoyok.

Masih menurut Yoyok, sebenarnya tahun ini Disdikpora memberlakukan kelonggaran pada sistem pendaftaran. Salah satunya dengan memperluas area zonasi. Harapannya dengan zona yang semakin luas, setiap sekolah mudah mendapatkan siswa.

Awalnya zonasi diberlakukan dalam radius 1 kilometer. Kemudian ditambah menjadi 1,5 kilometer. Namun ternyata upaya ini juga belum membuahkan hasil.

“Harapannya tinggal lewat pendaftaran perpanjangan. Semoga sekolah-sekolah ini bisa mendapatkan siswa sesuai pagu,” tandas Yoyok. (Surya/David Yohanes)

Baca: Lakukan Order Fiktif, Driver Taksi Online Cantik ini Diancam Pasal Berlapis

Baca: Siapkan 5 Derek dan 60 Gembok Tiap Hari, Denda Hingga 2,5 Juta Pelanggar Parkir Akan Diberlakukan

Penulis: David Yohanes
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help