Curi Motor di Stadion Kanjuruhan saat Pertandingan Bola, Begini Modus yang Dilakukan Dwi

Event pertandingan bola di Stadion jadi alasan pria ini mencuri motor milik penonton, dengan modus ala kadarnya.

Curi Motor di Stadion Kanjuruhan saat Pertandingan Bola, Begini Modus yang Dilakukan Dwi
SURYA/ACHMAD AMRU MUIZ
Tersangka pencurian motor di parkiran stadion Kanjuruhan Malang saat diamankan petugas Polsek Kepanjen Malang, Senin (9/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Ketahuan mencuri sepeda motor, Bagas Dwi (21) sales alat kesehatan warga Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu diamankan polisi.

Dari tangan tersangka yang sempat dihajar masa di halaman stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (7/7/2018) tersebut, diamankan sebuah kunci sepeda motor, dan motor Honda Vario N 6245 EAD.

Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindrio menjelaskan, kasus tersebut berawal dari tersangka yang berangkat ke stadion Kanjuruhan Malang untuk menyaksikan pertandingan Sepak Bola.

Ditengah pertandingan, tersangka keluar dari stadion dan menuju ke area parkir sepeda motor.

"Tersangka rupanya mencari sasaran sepeda motor di parkiran stadion Kanjuruhan untuk dicuri," kata Bindrio, Senin (9/7/2018).

Gerak-gerik tersangka yang mencurigakan tersebut, menurut Bindrio, ternyata diawasi terus oleh petugas parkir sepeda motor stadion Kanjuruhan.

Ketika berhasil melepaskan kunci stir sepeda motor Honda Vario, tersangka hendak membawa sepeda motor tersebut dengan menuntunya.

Namun belum sempat jauh, petugas parkir langsung menghentikan langkah tersangka dan mengamankanya. Tersangka langsung diamankan di pos keamanan stadion.

Rupanya, ulah tersangka yang hendak mencuri salah satu sepeda motor di parkiran stadion diketahui oleh sejumlah suporter. Merekapun langsung mendatangi pos pengamanan dan menghajar ramai-ramai tersangka.

Untung saja, sejumlah petugas Kepolisian segera datang dan mengamankan tersangka dari amukan masa di stadion Kanjuruhan serta langsung membawanya ke Polsek Kepanjen Malang.

"Tersangka terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman hingga 7 tahun penjara," ucap Bindrio.

Sementara tersangka, Bagas Dwi mengaku, dirinya saat itu dalam kondisi setengah mabuk miras. Sehingga tidak sadar kalau membawa sepeda motor orang di parkiran stadion Kanjuruhan.

"Kami dihajar ramai-ramai, untung ditolong pak Polisi dan dibawa ke Polsek ini. Kami baru kali ini berurusan dengan pak Polisi," tegas Bagas Dwi di Mapolsek Kepanjen. (Surya/achmad amru muiz)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help