Dikelola Secara Swadaya, Tempat Wisata Unik di Kota Batu ini Suguhkan Tradisi Alam dan Budaya

Menyuguhkan tradisi alam dan budaya, lokasi wisata baru di Kota Batu yang unik ini bisa jadi referensi berlibur.

Dikelola Secara Swadaya, Tempat Wisata Unik di Kota Batu ini Suguhkan Tradisi Alam dan Budaya
SURYA/SANY EKA PUTRI
Salah satu spot foto ayunan yang terbuat dari ban bekas di Kampung Edukasi Budaya Alam dan Tradisi (KEBAT) di Kota Batu. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Ada satu lokasi wisata alam yang bisa dikatakan cukup unik di Kota Batu, yakni Kampung Edukasi Budaya Alam dan Tradisi (KEBAT).

Lokasi wisata yang berada di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo ini menyuguhkan kesenian tradisi kebudayaan untuk pengunjung. Seperti tarian, sampai wahana yang ada di sana juga menggunakan bahan yang ramah alam dan tradisional.

Saat dikunjungi, lokasi wisata itu masih dalam tahap pengembangan. Sehingga belum terlihat wisatawan yang berkunjung ke sana.

Namun, beberapa wahana sudah terlihat dipasang, seperti ayunan, rumah gubuk, spot foto. Bahkan ada satu simbol anoman raksasa yang ada di lokasi wisata itu.

Siti Rahayu salah satu koordinator pengelola wisata KEBAT mengatakan wisata ini dibangun dengan konsep mengedukasi pengunjung. 

Edukasi ini ditunjukkan melalui setiap titik-titik spot yang ada, seperti rumah gubuk yang digunakan bahan bambu, lalu juga ada penggunaan ban bekas untuk ayunan. 

Di lokasi wisata ini juga terlihat banyak pohon yang tidak ditebang. Pohon itu dibiarkan tumbuh agar terkesan alami. 

"Kami sampaikan melalui media setiap wahana. Kami dari awal konsepnya wisata edukasi, tetapi tidak merusak tatanan alam. Hanya menambah dan kami padu padankan dengan bahan yang ramah lingkungan," ujar Rahayu, saat dikonfirmasi, Senin (9/7/2018).

Bahkan, pihaknya juga bakal menyuguhkan tarian tradisional kepada pengunjung. Termasuk juga wisata kuliner tempo dulu. Hal itu masih belum dilakukan, karena pengembangan lokasi wisata ini masih belum 100 persen.

Wisata ini dikelola menggunakan anggaran pribadi, tidak menggunakan anggaran desa. Tetapi, ketika nanti sudah 100 persen pihak pengelola akan memberdayakan masyarakat sekitar.

Halaman
12
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved