Pilgub Jatim 2018

PAN Pastikan Program Khofifah Masuk di APBD Provinsi Jatim 2019

partai pengusung Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak memastikan bahwa program nawa bhakti satya akan terkawal dari sisi anggaran

PAN Pastikan Program Khofifah Masuk di APBD Provinsi Jatim 2019
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak saat konferensi pers menyikapi hitung cepat, pada Rabu (27/6/2018) 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Meski pemerintahan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur terpilih baru akan dengan menjabat di bulan Maret 2019 mendatang, namun legislator dari partai pengusung Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak memastikan bahwa program nawa bhakti satya akan terkawal dari sisi anggaran.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional Agus Maimun. Dalam wawancara, Senin (18/7/2018) siang, Agus menegaskan bahwa visi misi yang disampaikan Khofifah - Emil selama kampanye akan masuk dalam program dan penganggaran APBD 2019.

"Kita kawal tahun pertama pemerintahan Khofifah Emil, tentunya untuk perancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan A0BD 2019 kan masih di lakukan oleh pemerintahan sebelumnya, tapi Pakde Karwo secara eksplisit sudah mempersilahkan tim transisi sehingga kami memastikan dalam visi misi itu masuk dalam pokok pikiran dan KUA PPAS APBD 2019," ucap Agus Maimun.

Baca: Kecewa Tak Kebagian Tiket Timnas VS Thailand, Warga Pecah Kaca Loket Stadion Delta Sidoarjo

Dengan begitu, menurutnya Nawa Bhakti Satya yaitu sembilan progr prioritas yang diusung Khofifah Emil secara berkelanjutan mulai dari 2019 dipastikan akan dijalankan untuk tahap awal tepat di awal tahun pertama jabatan Khofifah Emil.

Terkait tim transisi, dikatakan Agus secara teknis Khofifah belum mengirimkan nama untuk siapa-siapa dari kalangan partai yang akan terlibat langsung.

"Tapu kami pasti meyakini bahwa Ibu Khofifah akan mengajak bicara partai pengusung, dan seluruh stake holder untuk bersama-samamembicarakan masalah program Nawa Bhakti Satya yang sudah di navigasi kan kemarin," ucapnya.

Lebih lanjut, menanggapi pihak lawan yang masiu mencoba mencari bukti kecurangan atau melakukan upaya keberatan akan hasil rekapitulasi, dikatakan Agus pihaknya secara prinsip mengikuti mekanisme aturan yang ada.

Baca: Buntut Surat Pernyataan Camat Jenu, Bupati Sinyalkan ada Mutasi

"Kita mendasarkan langkah kita sesuai PKPU no 9 tahun 2018 bahwa secara berjenjang rekapitulasi mewadahi keberatan yang disampaikan semua pihak dalam form keberatan. Ada DA-1 KWK, DB-1 KWK dan DC KWK. Nah keberatan itu akan ditindaklanjuti sendiri. Hak mereka yang ingin memermasalahkan kita tinggal ikuti prosesnya saja. Parpol siap mengawal kebijakan sampai 5 tahun ke depan," ucapnya.

Sementara itu, terkait tim transisi, Khofifah mengatakan di tahap awal pihaknya akan melibatkan dari kalangn akademisi. Baru ke depan akan melibatkan praktisi.

"Tentu dari kalangan legislatif juga akan dilibatkan karena menyangkut penganggaran. Insyallah setelah pentapan, karena kita harus kolonuwun juga dengan pemerintahan yang saat ini. Namun saya mendengar bahwa Pakde Karwo menyiapkan tim transsasi juga, saya mengapresiasi itu karena ini bentuk goodwill bahwa beliau ingin ada sustainability program untuk masyarakat," kata Khofifah. (Surya/Fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help