Penjual Sayur Asal Ngadiluwih Kediri ini Laporkan Kasus Mafia Tanah ke Polda Jatim

Siti Arofah korban mafia tanah warga Desa/Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri melaporkan kasus yang menimpanya ke penyidik Polda Jatim

Penjual Sayur Asal Ngadiluwih Kediri ini Laporkan Kasus Mafia Tanah ke Polda Jatim
(Surya/Didik Mashudi)
Siti Arofah penjual sayur yang menjadi korban mafia tanah telah melaporkan kasus yang menimpanya ke Polda Jatim. 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Siti Arofah (54) penujual sayur korban mafia tanah warga Desa/Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri telah melaporkan kasus yang menimpanya ke penyidik Polda Jatim. Laporan itu telah diajukan suaminya Mamsuri dengan bukti lapor nomer : TBL/312/111/2018/UM/Jatim.

Dalam laporannya, Mamsuri (60) melaporkan dua orang yakni, Benny Yunanto Saputro warga Ngadiluwih serta Imam Mahmudi Kurniawan,SH,Mkn selaku notaris.

Benny dilaporkan karena melakukan pemalsuan surat dan atau memberikan keterangan tidak benar dalam akta otentik pasal 264 dan atau 266 KUHP.

Sedangkan Imam Mahmudi dilaporkan karena ada pemalsuan surat dan atau memberikan keterangan tidak benar dalam akta otentik pasal 264 dan 266 KUHP.

Baca: Menghadapi Timnas U-19 Thailand, Saddil Ramdani Bisa Diturunkan

Selain itu juga menandatangani akta jual beli (AJB) tanah nomer 775/2016 dengan jaminan sertifikat SHM nomer 451 seluas 1.470 m2.

Mamsuri menjelaskan, melaporkan dua orang yang berperan pada akte jual beli tanah dan rumahnya. Tanpa sepengetahuannya sertifikat tanah milik keluarganya telah dibalik nama atas nama Benny.

Proses jual beli tanah juga dilakukan secara tidak benar karena tidak melibatkan tanda tangan dirinya yang diduga dipalsu.

"Kami tidak mau tanda tangan. Namun sertifikat kami telah beralih sehingga diduga dipalsu," tandas Mamsuri kepada Surya, Senin (9/7/2018).

Pada jual beli itu hanya istrinya Siti Arofah yang tanda tangan karena dibawah tekanan anaknya diancam bakal dilaporkan polisi karena masalah hutang piutang.

Namun Siti menegaskan, hingga saat ini dirinya masih belum menerima uang hasil jual beli tanah senilai Rp 400 jutaan tersebut dari pihak Benny.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved