Realisasi Kredit Bank Perkreditan Rakyat Go Digital Capai Rp 93 Triliun

Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Joko Suyanto mengatakan, melakukan digitalisasi bagi pelaku perbankan.

Realisasi Kredit Bank Perkreditan Rakyat Go Digital Capai Rp 93 Triliun
Ilustrasi Bank Perkreditan Rakyat 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) aktif memanfaatkan kemajuan teknologi.

Ini terlihat dari layanan digitalisasi yang dilakukan yakni BPR Go Digital.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Joko Suyanto mengatakan, melakukan digitalisasi bagi pelaku perbankan, utamanya BPR sangat penting.

Sebab menurutnya, itu sesuai dengan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Perkenalkan Logo BPR bersama di Hari Istimewa )

Akan tetapi untuk menuju digitalisasi tersebut, kata Joko, BPR perlu lebih aktif mengedukasi terhadap masyarakat tentang perannya.

"Karena masih banyak masyarakat yang masih mengandalkan rentenir atau bank titil yang bunganya cukup menjerat," ujarnya dalam siaran pers acara pengenalan Logo Bersama BPR di Lapangan Rampal Malang, Senin (9/7/2018).

Kendati begitu, dalam pengenalan logo BPR, lanjut Joko, pihaknya mengusung misi lebih memperkenalkan peran BPR terhadap masyarakat betapa amannya menyimpan dana di BPR.

"Karena sudah jelas menjalin kerja sama dengan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) juga didukung OJK (Otoritas Jasa Keuangan," lanjutnya lagi.

Ribuan Orang Ikuti Fun Walk Memperingati Hari BPR-BPRS Nasional )

Joko menjelaskan, ke depannya BPR juga diharapkan menjadi garda terdepan dari literasi dan inklusi keuangan untuk masyarakat yang belum akses ke perbankan.

"Masyarakat tak perlu risau lagi untuk menyimpan dananya di BPR. Karena BPR saat ini aset industrinya sudah mencapai Rp 128 triliun secara nasional," jelasnya.

Sementara dari sisi monitoring LPS, coverage dana yang dimiliki BPR sama dengan perbankan standard, yakni minimal sebesar Rp 2 miliar.

Lebih lanjut dari sisi bunga, untuk pinjaman dari rentenir bunganya mayoritas di kisaran 30 hingga 60 persen. Sedangkan bunga simpanan melalui BPR, hanya mencapai rata-rata 8,6 persen.

OJK Keluarkan 4 Peraturan sekaligus Imbau BPR/S segera Lakukan Akselerasi GCG )

"Fungsi intermediasi lainnya juga dapat dijalankan dengan baik yaitu penghimpunan dana dan sampai saat ini, kredit yang disalurkan mencapai Rp 93 triliun atau tumbuh 9,16 persen," terang Joko.

Sementara tabungan BPR per April 2018 telah mencapai Rp 27 triliun dan deposito mencapai Rp 60 triliun.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help