Empat Terdakwa asal Makassar Terancam Hukuman Segini karena Curi Barang Mewah Berkedok Pegawai PDAM

Empat terdakwa asal Makassar, Sulawesi Selatan, jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (10/7/2018).

Empat Terdakwa asal Makassar Terancam Hukuman Segini karena Curi Barang Mewah Berkedok Pegawai PDAM
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Empat terdakwa asal Makassar jalani sidang di Ruang Garuda 2, Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (10/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Empat terdakwa asal Makassar, Sulawesi Selatan, jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (10/7/2018).

Mereka jalan sidang atas kasus dugaan pencurian yang dilakukan secara bersama-sama.

Mereka adalah Andri Syahrial, Arifin Daeng Nassa, Arham Djaelani dan Anton Saputra menjarah rumah milik korban Sivi Tjitradewi Setyono dengan mengaku sebagai pegawai PDAM.

Pada sidang yang digelar di Ruang Garuda 2, Pengadilan Negeri Surabaya ini, mereka didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Neldy Denny dengan pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP.

“Bahwa berawal pada hari dan tanggal tersebut diatas, mereka terdakwa mendatangi rumah saksi korban Sivi dimana saat itu yang berada dirumah adalah saksi Ong Lie Tie alias Lita Mutia, mengaku akan memerika meteran,” beber JPU Neldy saat bacakan dakwaan di hadapan majelis hakim yang diketuai Isjuedi.

Aksi Komplotan Pencuri Truk Antar Kota di Jatim Berakhir di Tangan Timsus Macan Agung )

Dalam dakwaan tersebut disebutkan, pada tanggal 5 Maret 2018 di rumah saksi korban di Jalan Manyar Kerta Adi, Surabaya.

Komplotan terdakwa ini bersama Andi Syahrial dan Kumis serta Irfan Kena (DPO), mengaku sebagai petugas dari PDAM.

Mereka berpura-pura akan mengecek meteran sembari mengobrol dengan saksi korban Sivi untuk mengalihkan perhatian.

Tanpa disadari Irfan (DPO), telah masuk kedalam rumah dan dengan menggunakan linggis dan obeng telah mencongkel lemari milik saksi korban yang dalam keadaan terkunci.

Alhasil Irfan berhasil mengambil barang berupa uang tunai sebesar Rp 12 juta, serta 7 liontin emas, 4 anting emas, 1 cincin berlian dan kalung serta gelang emas.

Curi Motor di Stadion Kanjuruhan saat Pertandingan Bola, Begini Modus yang Dilakukan Dwi )

Setelah berhasil menjarah barang tersebut, mereka lalu berpamitan pergi dari rumah korban. Lalu membagi hasil jarahan itu.

Dari perbuatan tersebut saksi korban Sivi mengalami kerugian sebesar Rp 22 juta.

Akibatnya mereka terancam hukuman penjara selama 9 tahun.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help