Penyandang Difabel di Bojonegoro Diberi SIM Gratis Oleh Polisi

Polres Bojonegoro memberikan SIM Gratis kepada para penyandang difabel di hari istimewa.

Penyandang Difabel di Bojonegoro Diberi SIM Gratis Oleh Polisi
TRIBUNJATIM.COM/IST
Seorang difabel sedang melakukan uji SIM D gratis di halaman Satlantas Polres Bojonegoro. 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Belasan penyandang difabel di Kabupaten Bojonegoro, mendapatkan kemudahan dalam mengurus pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di halaman Satlantas Polres setempat, Selasa (10/7/2018).

Sebab, selain seluruh biaya pembuatannya ditanggung oleh Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Bojonegoro, para difabel juga diberi kemudahan untuk menggunakan alat bantu.

Misal, bagi yang tuna rungu bisa menggunakan alat bantu dengar, sedangkan yang kakinya mengalami masalah maka, kendaraannya bisa dimodifikasi.

Kasat Lantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto mengatakan, pembuatan SIM bagi difabel ini gratis, karena dalam rangka memperingati Hari Ulang tahun Bhayangkara ke-72.

Pihaknya juga bekerjasama dengan Perkumpulan Disabilitas Bojonegoro (PDB), agar acara berjalan lancar sesuai harapan.

"Ada 21 difabel yang kami fasilitasi membuat SIM D dan SIM C. Namun dua peserta tidak lolos tes kesehatan, jadi hanya ada 19 orang yang lolos mengikuti tes praktek SIM," ujar Aristianto.

Puluhan difabel yang mengurus SIM tersebut, sebagian ada yang tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa dan kelainan fisik lainnya. Untuk yang memiliki keahlian mengendarai motor tetap diloloskan.

Sedangkan untuk penyandang tuna rungu, maka harus menggunakan alat bantu pendengaran. 

"Untuk yang bisa sepeda motor harus melalui prosedur, yang keterbatasan seperti tuna rungu maka menggunakan alat bantu dengar," terang perwira berpangkat tiga balok di pundak itu.

Salah seorang difabel, Jumali (40), warga Desa Penganten, Kecamatan Balen, Bojonegoro mengaku senang bisa memiliki SIM D.

Setelah mempunyai SIM, maka tentu dia sudah tidak khawatir kena tilang polisi ketika mengendarai motornya di jalan raya.

"Senang bisa memiliki SIM. Saya bisa mengendarai motor setelah motor saya modifikasi di bengkel sebelah rumah," pungkasnya.

Sekedar diketahui, SIM D adalah SIM buat kelompok masyarakat itu digolongkan khusus. Seperti penyandang difabel.(Surya/Nok)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help