Cegah Ledakan Bom Susulan di Jatim, Mantan Napi Teroris ini Minta Polda Ketati Penjualan Bahan Kimia

Mantan napi teroris ini memberi saran khusus ke Polda Jatim agar ledakan bom susulan tak terjadi lagi.

Cegah Ledakan Bom Susulan di Jatim, Mantan Napi Teroris ini Minta Polda Ketati Penjualan Bahan Kimia
SURYA/PIPIT MAULIDIYA
Ali Fauzi mantan napi teroris, usai saat menjadi narasumber di Short Course Penguatan Prespektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media, oleh Aliansi Indonesia Damai (AIDA) di Surabaya, Rabu (11/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ali Fauzi Manzi, mantan narapidana teroris (Napiter) minta polisi memperketat penjualan bahan kimia di Surabaya.

Hal itu disampaikan mantan pentolan Jamaah Islamiyah Jawa Timur ini saat jadi pemateri Short Course Penguatan Prespektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media, di Surabaya, Rabu (11/7).

"Tentu untuk meminimalisir ledakan (bom) susulan, Polda Jatim harus melakukan profiling (pencegahan) bahan. Apa yang mereka (para teroris) cari, apa yang biasa mereka kombinasikan bahan-bahan itu," ujar adik dari Trio Bomber Bali 1, Ali Ghufron, Amrozi, dan Ali Imron ini.

Baca: 16 Tahun Pasca Bom Bali, Leni dan Dua Anaknya Masih Terus Dihantui Trauma

Menurut Ali Fauzi, selama ini bahan-bahan kimia yang digunakan para teroris itu kebanyakan dibeli di Surabaya. Tahun 2002 sampai 2017 tidak ada ledakan di Surabaya, meski bahan-bahan sebenarnya dari Surabaya.

"Mas Amrozi beli bahan-bahan peledak 10 ton dari Surabaya. Bukan kebobolan, karena memang dijual bebas," kata koordinator Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP), sebuah yayasan di Kabupaten Lamongan yang mendampingi para mantan teroris.

Ditambahkan, melakukan pencegahan memang bukan pekerjaan mudah. Namun Ali Fauzi yakin jika dikerjakan secara profesional dan sistematis maka akan bisa mempersempit ruang gerak teroris di Indonesia. (Surya/Pipit Maulidiya)

Baca: SW, Pria Pemberani yang Tembak Pelaku Teror Bom Pasuruan dengan Senapan Berburu

Baca: Mayat Bayi Dibuang di Kamar Mandi Masjid, Warga Sidoarjo Heboh

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help