Cerita Penjual Es di Jombang yang Ingin Naik Haji, Nabung 14 Tahun di Bambu sampai Uangnya Jamuran

Sepasang suami istri di Jombang memiliki keinginan untuk bisa berhaji. Mereka pun menabung selama 14 tahun

Cerita Penjual Es di Jombang yang Ingin Naik Haji, Nabung 14 Tahun di Bambu sampai Uangnya Jamuran
SURYA/SUTONO
Abdul Chamid si penjual es dan istrinya Mukhlisoh menyiapkan perlengkapan haji yang bakal dibawanya ke tanah suci Mekkah di rumahnya yang sederhana di Jombang. 

"Dulu pakai sepeda, tapi sekarang hampir selalu jalan kaki pergi-pulang. Ini sekalian latihan, karena di tanah suci kabarnya akan lebih banyak jalan kaki untuk menunaikan rukun haji," timpal Abdul Chamid.

Baca: Warga Perbatasan Dilarang Daftar, SMP Negeri Pinggiran di Mojokerto Kesulitan Dapatkan Siswa

Abdul Chamid dan sitri mengaku bahagia, karena jerih payahnya sudah tinggal memetik hasilnya.

Awal Agustus, keduanya bertolak dari Jombang menuju tanah suci setelah transit dulu di Asrama Haji Sukolilo. Keduanya terkasuk kelompok terbang 79.

Lelaki kurus ini berkisah, bersama istrinya dia menysisihkan uang recehan mulai pecahan mata uang logam Rp 5.00 hingga pecahan kertas Rp 20.000 untuk ditabung dalam ruas bambu.

Karena terlalu lama dalam celengan (tabungan) bambu, kadangkala uang sudah jamuran.

Baca: Delegasi ITS Raih Best Position Paper dalam Ajang International GOMUN di Jerman

"Makanya, beberapa waktu terakhir kami pindah ke tabungan dari plastik," timpal Mukhlisoh, sang istri.

Muchlisah mengatakan dirinya sudah bertekad pergi haji berdua sejak lama.

Dengan berhaji mereka tak hanya untuk memenuhi rukun Islam kelima, melanikan juga berharap seluruh keluarganya mendapatkan barokah.

Baca: Indra Sjafri Sudah Lupakan Kekalahan Dari Malaysia saat Kualifikasi Piala Asia U-19 di Korea Selatan

Kini mereka berdua harus mempersiapkan diri, baik fisik, mental maupun amalan, dengan harapan menjadi haji mabrur di tahun 2018 ini.

Itu sebab, di sela kesibukan berjualan es tebu, keduanya kerap hadir dalam pengajian yang digelar majelis taklim di desanya maupun di gelar kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) yang diikutinya.

Baca: Enggan Jenguk di Penjara, Ini Nasehat Haji Lulung untuk Ahok Jika Bebas Agustus 2018

(uto/sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help