Kampus di Surabaya

Delegasi ITS Raih Best Position Paper dalam Ajang International GOMUN di Jerman

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui Gottingen Model United Nation (GOMUN) di Jerman.

Delegasi ITS Raih Best Position Paper dalam Ajang International GOMUN di Jerman
ISTIMEWA
Tim ITS bersama juri saat di Göttingen Model United Nation (GöMUN) di Jerman 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui Gottingen Model United Nation (GOMUN) di Jerman, tampil menyimulasikan konferensi PBB.

Lewat itu semua, mereka akhirnya berhasil raih Best Position Paper, Juni lalu.

Campus of the Georg-August-University of Gottingen, Jerman ini menjadi saksi bisu kemenangan Agustinus Kurniawan Ady Sulistyo, anggota delegasi ITS, dalam kategori Best Position Paper di GöMUN.

Mahasiswa ITS lainnya yang menjadi anggota delegasi di antaranya Zhafir Tri Setiabudi P (Teknik Perkapalan), Khalda Ardelia Yunus (Teknik Lingkungan), Lolita Agastya (Teknik Biomedik), Farah Qonita Syuhaila (Teknik Fisika), Fadilah Muhammad Abdurrahman (Teknik Kimia), dan Naufal Afif Prahasto (Teknik Material).

“Terdapat delegasi ITS di masing-masing committe, saya sendiri berada di UNSC,” ujar Agustinus Kurniawan Ady Sulistyo anggota delegasi ITS, dalam kategori Best Position Paper melalui rilis, Rabu (11/7/2018)

Saat Persiapan Sempat Temui Kendala, Tim Jalapatih dari ITS Surabaya Berhasil Raih Juara III )

Tahun ini, badan PBB yang dikompetisikan dalam GOMUN di antaranya Disarmament and International Security Council (DISEC), Human Rights Council (UNHRC), United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), North Atlantic Treaty Organization (NATO), dan Futuristic Security Council as a Crisis Committee (UNSC).

Saat diskusi, ada hal menarik yang dialami oleh Yoyok.

“Karena saya memerankan karakter wanita jadi saya dipanggil Miss Thornberry, waktu ada delegasi yang nyebut nama saya di pidatonya, dia malah tertawa sampai waktunya habis,” cerita mahasiswa asal Jakarta tersebut mengenang peristiwa unik yang dialaminya selama kompetisi.

Sulitnya menjadi delegasi UK, menurut Yoyok, pada saat itu proses Brexit (Britain Exit) selesai dan perekonomian UK kurang bagus.

Maka dari itu, Yoyok harus belajar dan melakukan riset lebih untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan stabilitas politik di UK supaya tidak terpengaruh dengan konflik separatis di Uni Eropa.

ITS Surabaya Raih Peringkat Dua Dunia Dalam Publikasi Internasional )

Brexit sendiri merupakan peristiwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Penulis: Triana Kusumaningrum
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help