Dugaan Pemalakan Sopir Modus Pasang Stiker Marak di Tuban, Ini Jawaban Dishub dan Polisi

Maraknya dugaan pemalakan sopir di Tuban diungkap di media sosial dan langsung direaksi serius.

Dugaan Pemalakan Sopir Modus Pasang Stiker Marak di Tuban, Ini Jawaban Dishub dan Polisi
Ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Kabar pemalakan sopir pikap dan truk yang diunggah di media sosial grup Facebook Media Informasi Orang Tuban (MIOT), Selasa (10/7/2019), menjadi viral.

Postingan yang diunggah akun Facebook bernama Sunardi Wijaya itu mendapat 502 komentar, dan dibagikan sebanyak 37 kali.

Berdasarkan penjelasan, pengunggah meminta agar para sopir pikap dan truk berhati-hati saat melintas di jalan Panglima Sudirman, Kota Tuban.

Sebab, dia mendapat laporan dari kawan sesama rekan sopir, jika di jalan tersebut ada penjual stiker berkode GRW yang menjual dengan harga tinggi.

Status tersebut mendapat komentar banyak netizen. Sebab, dipostingannya terdapat bukti 7 foto.

Termasuk gambar dua orang yang mengendarai sepeda motor Vario hitam nopol S-4081-EN yang diduga kuat sebagai pelaku pemalakan.

Ada juga foto dari chat whatsapp sesama sopir yang menerangkan, stiker tersebut dihargai mulai Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Bahkan, terdapat juga kwitansi pembayaran dengan keterangan kawalan Pantura.

Selain itu, juga ada postingan Facebook korbannya orang dari Bojonegoro dan Jombang, yang usai menyuratkan di Dishub Tuban.

Apabila tidak diberi uang stiker, maka stiker tempelan Dishub akan dirobek dan membawa ban serep dengan jaminan sejumlah uang.

Halaman
12
Penulis: M Sudarsono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved