Duta Seni Kabupaten Lamongan Usung Budaya ‘Gotong Royong’ Sebagai Konstruksi Sosial

Bupati Lamongan, H. Fadeli, SH, MM, usai membuka acara pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, di Anjungan Jawa Timur di TMII

Duta Seni Kabupaten Lamongan Usung Budaya ‘Gotong Royong’ Sebagai Konstruksi Sosial
istimewa
salah satu jenis Tari asli Kabupaten Lamongan, Jawa Timur saat tampil di Pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (8/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Indonesia kaya dengan keragaman budaya. Dikenal dunia karena masyarakatnya yang ramah, kekeluargaan dan senang bergotong royong. Hal ini menjadi ciri kearifan bangsa yang menunjukkan kohesi, solidaritas dan interaksi sosial.

“Gotong royong dan saling dukung merupakan bagian yang melekat pada sifat manusia. Apabila seluruh lapisan masyarakat mau bergotong royong dan bekerjasama, insya Allah terwujud kesejahteraan bagi warga,” ujar Bupati Lamongan, H. Fadeli, SH, MM, usai membuka acara pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (8/7/2018).

H. Fadeli, mengharapkan, agar warga Lamongan, khususnya yang tergabung di Paguyuban Putra Asli Lamongan (PUALAM) di Jakarta, dapat bekerjasama untuk memajukan Kabupaten Lamongan.

“Dengan semangat gotong royong seluruh warga, kita dapat memajukan Lamongan dalam segala sektor,” ujarnya.

Baca: Sepi, Hingga Hari ke 8 Belum Ada Caleg Daftar di KPU Lamongan

 Proses metamorfosis gotong royong ini menjadi fokus pandangan H. Fadeli, di tengah arus globalisasi dunia dalam bentuk sosial media dengan berbagai konstruksi sosialnya.

“Manusia sesuai fitrahnya merupakan makhluk sosial. Tidak biasa hidup sendiri, melainkan membutuhkan orang lain. Acara halal li halal dan gelar budaya hari ini merupakan determinasi fitrah kita sebagai makhluk sosial,” ungkapnya.

 Pergelaran seni dalam suasana masih diliputi silaturrahmi Syawalan (Halal bi Halal), para Duta Seni Budaya Kabupaten Lamongan, menampilkan musik campursari dan seni tari (Langen Tayub) Undhikan dan kolaborasi tari “Nggambul Ngibing”.

 Tari Undhikan adalah salah satu jenis tari Tayuban. Sebuah gambaran kegembiraan, keguyuban, kerukunan, kegotong-royongan, antar masyarakat; Suko syukur subur makmur raharjo sajroning projo. Menggambarkan rasa syukur petani kepada Sang Maha Kuasa, atas limpahan berkah dan rahmat, berupa bumi, tanaman yang subur dan makmur.

 Baca: Viral! Modus Pemalakan Sopir Truk, Pelaku Jual Stiker Pengawalan Sasaran di Jalur Pantura Tuban

Sementara kolaborasi tari Nggambul Ngibing, juga salah satu jenis tari Tayuban, di mana para penonton (warga) diperkenankan ikut menari di tengah arena.

Hal ini ingin menggambarkan tentang keragaman dan keunikan masyarakat di Lamongan yang memiliki karakter, budaya, dan mata pencaharian yang berbeda-beda, namun senantiasa mengutamakan kebersamaan.

Halaman
12
Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved