Muslimat NU Mendominasi Pilkada Jatim 2018, Pengamat: Solidnya Mengalahkan Kekuatan Partai

Kader Muslimat NU mendominasi di Pilkada Serentak 2018, khususnya di Jawa Timur.

Muslimat NU Mendominasi Pilkada Jatim 2018, Pengamat: Solidnya Mengalahkan Kekuatan Partai
Istimewa
Khofifah Indar Parawansa hadiri Harlah Muslimat NU ke-72 di Magetan, Minggu (6/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kader Muslimat NU mendominasi di Pilkada Serentak 2018, khususnya di Jawa Timur.

Hal tersebut terlihat dari keterpilihan lima srikandi NU di coblosan 27 Juni 2018 lalu.

Lima kader Muslimat NU tersebut adalah ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur terpilih); Ketua Bidang Sosial PC Muslimat NU Kabupaten Mojokerto, Ika Puspitasari (Wali Kota Mojokerto terpilih); Ketua PC Muslimat NU Jombang, Mundjidah Wahab (Bupati Jombang terpilih); Sekretaris IV PP Muslimat NU, Ana Muawanah (Bupati Bojonegoro terpilih); dan Ketua PC Muslimat Kediri, Lilik Muhibah (Wakil Wali Kota Kediri terpilih).

Pertunjukan Kolosal Pengabdian Polisi untuk Negeri Memeriahkan HUT Bhayangkara ke-72 di Surabaya

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Mochtar W Oetomo mengungkapkan dominasi Muslimat NU disebabkan oleh Khofifah Effect.

Khofifah effect yang dimaksud adalah sikap politik dari Khofifah yang pantang menyerah, gigih, serta berani berjuang di Pilgub Jatim.

Selain itu, Khofifah effect telah membuat soliditas dari kalangan Muslimat NU menjadi luar biasa untuk memberikan suaranya bagi para kader Muslimat yang maju di Pilkada 2018.

"Mobilisasi dari pusat hingga ke grass root secara alamiah membuat Muslimat NU solid dan utuh dengan sendirinya, itu juga membuat kekuatan Muslimat menjadi militan dan dipertimbangkan oleh kekuatan politik manapun," jelas Mochtar, Rabu (11/7/2018).

UTM: Fokus pada Sektor Jagung Saja, Masalah Pengangguran dan Kemiskinan di Madura Selesai

Bahkan, Direktur Surabaya Survey Center itu menyebutkan kalau soliditas dari Muslimat NU bisa mengalahkan kekuatan mesin partai, sehingga membuat warga Muslimat NU sukarela menangkan kader yang sedang berkontestasi.

"Soliditas politik Muslimat telah terbukti mampu mengakahkan soliditas mesin partai atau entitas politik lainnya," tukasnya.

Yuk subscribe Channel TribunJatim.com lainnya:

YouTube:

Instagram:

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Agustina Widyastuti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help