Kampus di Surabaya

Unair Gelar Bromo Conference, Menristekdikti Harapkan Perkembangan Riset Alami dan Biodiversiti

Pertemuan yang melibatkan ahli dalam bidang farmakognosi, fitokimia, industri bioteknologi, dan kebijakan

Unair Gelar Bromo Conference, Menristekdikti Harapkan Perkembangan Riset Alami dan Biodiversiti
TRIBUNJATIM.COM/TRIANA KUSUMANINGRUM
Menristekdikti Mohamad Nasir saat hadiri Bromo Conference : Simposium On Natural Products and Biodiversity di Gedung Rektorat Unair lantai 5, pada Rabu (11/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pertemuan yang melibatkan ahli dalam bidang farmakognosi, fitokimia, industri bioteknologi, dan kebijakan pemerintah tentang obat tradisional dari 12 negara digelar di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada Rabu (11/7/2018)

Acara tersebut adalah seminar internasional tentang produk bahan alam dan keanekaragaman Hayati yang bertajuk Bromo Conference, Simposium On Natural Products and Biodiversity, Rabu 11 Juli hingga 12 Juli 2018 di Gedung Rektorat Unair lantai 5.

Bromo Conference diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bekerjasama dengan lembaga Penyakit Tropis Unair (ITD), Perhimpunan Peneliti Bahan Alam (PERHIPBA) dan Phytochemical Society of Asia (PSA).

Konferensi ini diselenggarakan untuk memaparkan hasil riset produk alami dan keanekaragaman hayati dari berbagai negara dan implementasi dari protokol Nagoya, yakni protokol yang menjamin kedaulatan negara, mengatur konservasi pemanfaatan berkelanjutan dan pembagian yang adil dan seimbang.

Menristek : Unair Harus Lahirkan Inovasi Baru di Bidang Farmasi )

Konferensi dibuka oleh Menristekdikti, Mohamad Nasir dan sekaligus memberikan keynote speaker.

Kegiatan ini diikuti oleh narasumber dari 12 negara yang ahli dalam bidang farmakognosi, fitokimia, industri bioteknologi, dan kebijakan pemerintah tentang obat tradisional.

"Kita harus kembangkan terus riset produk alami dan biodiversitas, sehingga tidak hanya berhenti menjadi penelitian di perpustakaan," terang Mohamad Nasir, Menristekdikti, Rabu (11/7/2018)

Nasir juga menambahkan bahwa riset-riset dari lembaga perguruan tinggi perlu diperbanyak.

Unair Surabaya Sambut Baik Kedatangan Khofifah dan Siap Berikan Gagasan untuk Kemajuan Jawa Timur )

Rektor Unair, M. Nasih mengatakan, bahwa riset dan konferensi semacam ini sangat penting untuk diselenggarakan karena fokus seminar adalah produk nasional yang dibuat dari bahan-bahan alami dan biodiversitas.

"Riset harus semakin kuat dan berdampak baik pada masyarakat. Konferensi ini untuk memperkuat produk alami dan memperdalam riset biodiversitas di Indonesia dengan mengundang para peneliti internasional dalam bidang tersebut," ujar Nasih.

Penulis: Triana Kusumaningrum
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help