18 Pasangan Nikah Gratis di Kejari Kabupaten Pasuruan

18 pasang pengantin ini berasal dari seluruh penjuru di Kabupaten Pasuruan. Mereka terdiri dari tujuh pasang yang berasal dari Rembang,

18 Pasangan Nikah Gratis di Kejari Kabupaten Pasuruan
(Surya/Galih Lintartika)
Pernikahan massal gratis di Kabupaten Pasuruan 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Sebanyak 18 pasang pria dan wanita tampak bahagia, Kamis (12/72018) siang. Wajah mereka tampak sumringah sekali.

Wajar saja, mereka baru saja melangsungkan pernikahan massal di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan.

18 pasang pengantin ini berasal dari seluruh penjuru di Kabupaten Pasuruan. Mereka terdiri dari tujuh pasang yang berasal dari Rembang, tiga Kraton, dua Kejayan, dua Purwosari, dua Lekok, satu Beji, dan satu Bangil. Mereka datang di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan di Raci sejak pukul 08. 00 WIB.

Mereka datang lengkap dengan pakaian untuk pernikahannya. Nikah massal ini memang sengaja dilakukan Kejari Kabupaten Pasuruan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke 58 Tahun 2018.

Dalam acara ini, 18 pengantin ini mendapatkan kesempatan nikah secara gratis tanpa dipungut biaya.

Baca: Guru Bimbel ini Rekonstruksi Aksi Cabulnya Didampingi Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya

Bahkan, peserta nikah massal ini berhak mendapatkan souvenir foto, make up untuk pengantin perempuan, dan mahar berupa seperangkat alat salat secara gratis.

Kajari Kabupaten Pasuruan, M Noor HK menyampaikan, sebenarnya rencana awal untuk giat nikah masal ini ditargetkan menikahkan 50 pasang. Rencananya akan dilaksanakann di atas tanggal 19 Juli mendatang.

Namun karena ada saran dan masukan dari sejumlah pihak, maka tanggal pernikahan dimajukan dan akhirnya hanya ada 18 pasang pengantin yang siap dinikahkanm

"Awalnya kami memang target menikahkan 50 pasangan akan dilakukan di atas tanggal 19. Tapi menurut adat warga atau adat jawa, pada tanggal 19 ke atas itu sudah masuk hitungan Selo, atau dikatakan sebagai waktu yang kurang bagus buat acara menikah, maka acara dilakukan hari ini karena masih masuk bulan Syawal yang masih bulan baik. Kami menghormati adat istiadat di mana kita berada, "ujar Kajari kepada Surya (tribunjatim.com).

Dikatakan dia, dalam hal ini, Kejari membiayai seluruh administrasi untuk pernikahan, memberi mahar berupa seperangkat alat Sholat dan Alqur'an yang sebelumnya diserahkan ke pengantin pria.

Baca: Pencari Sampah di Malang Tertimbun Longsoran Sampah, Anaknya Histeris

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help