7 Fakta Jaringan Penjahat Jalanan Sadis di Indonesia, Nama Khas Gengnya Hingga Ciri Tato di Tubuh

Kelompok penjambret yang sempat menewaskan seorang ibu di Tangerang semakin membuat resah warga, ini 7 fakta yang harus diketahui agar terhindar!

7 Fakta Jaringan Penjahat Jalanan Sadis di Indonesia, Nama Khas Gengnya Hingga Ciri Tato di Tubuh
kolase
Kolase 

4. Barang-barang dan senjata tajam yang sering mereka gunakan

Senjata yang digunakan para penjahat ini memang beranekaragam.

Tetapi kebanyakan adalah senjata tajam yang jenisnya hampir sama.

Biasanya menggunakan celurit, pistol, hingga pisau genggam untuk ditusukkan ke korban jika mereka menerima serangan balik dari korbannya.

5. Sasaran yang biasanya diincar oleh para pelaku kejahatan

Kepala Kepolisian Sektor Cilincing Komisari (Pol) Ali Zuhron mengatakan, kelompok Badboy kerap melakukan tindak pencurian, dan tidak segan melakukan tindak kekerasan terhadap korbannya.

"Selama ini memang terkenal sadis dia, ibu-ibu sasarannya. Sampai saat ini belum ada korban tewas."

"Tetapi yang luka berat ada, dibacok tangannya, atau ditusuk kalau korban enggak ngasih barangnya," kata Ali, saat ditemui di Polsek Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (11/4/2018).

Ali menuturkan, kelompok itu sudah beroperasi sejak dua tahun lalu.

Sudah berkali-kali pula polisi berusaha memberantas kelompok tersebut.

"Kelompok Badboy ini kurang lebih sekitar 5 bulan yang lalu kita tangkap tujuh orang. Bahkan, lima orang kita lakukan tindakan tegas, tiga ditembak mati, yang dua kita tembak kakinya, jumlah lima," ujar Ali.

Baca: CCTV Bikin Pelajar Spesialis Jambret Jalanan di Kota Madiun Tak Berkutik

6. Modus baru yang wajib diwaspadai para warga

Meskipun sudah diburu banyak para anggota penjahat jalanan ini, namun beberapa di antara anggota mereka kabarnya memang masih berkeliaran.

Polisi sempat menghimbau warga untuk tidak takut dan tetap terus waspada.

Ada juga modus lain yang sering dilakukan para penjahat ini disamping kebiasaan mereka mengincar target dengan kendaraan.

Modus kejahatannya, lanjut Ali, dengan berpura-pura sebagai orang mabuk atau pengamen di angkot.

"Masuk ke angkot pura-pura mabuk atau ngamen. Begitu ada dua-tiga orang tetapi di dalamnya perempuan semua, dia melakukan aksinya."

"Sasarannya adalah jelas barang-barang berharga," ujar Ali.

Ali menyebut, kelompok tersebut beroperasi di sejumlah kawasan seperti Cakung, Tanjung Priok, Koja, dan Cilincing.

Saat ini, polisi masih berupaya memberantas kelompok tersebut. (Kompas.com)

Baca: 5 Fakta Terduga Teroris Asal Lamongan yang Ditangkap di Depok, Rencana hingga Hadiah Untuk Pilkada

Penulis: Ignatia Andra Xaverya
Editor: Ignatia Andra Xaverya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help