PKL Alun-Alun Batu Rela Satu Minggu Tak Bejualan dan Tak Berpenghasilan

Pedagang Kaki Lima di Alun-alun Batu bakal tidak berjualan selama satu minggu. Mereka tidak berjualan bukan karena tidak ada lokasi

PKL Alun-Alun Batu Rela Satu Minggu Tak Bejualan dan Tak Berpenghasilan
sany eka/surya
PKL di Alun-alun Batu yang akan digusur tiga hari lagi jika tidak beranjak dan meninggalkan Alun-Alun Batu. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Batu bakal tidak berjualan selama satu minggu. Mereka tidak berjualan bukan karena tidak ada lokasi lagi untuk berjualan, tetapi mereka berkomitmen untuk libur berjualan selama satu minggu.

Ketua Paguyuban Pelaku Niaga Sipil (PNS) PKL Batu, Puspita Anggraeni mengatakan kalau mereka memegang penuh janji Pemkot Batu yang akan memindahkan para PKL ke lokasi anyar, yakni Foodcourt di depan Alun-Alun Batu.

Dikatakannya, selama libur itu, mereka membantu kerja bakti agar proses pengembangan di Foodcourt cepat selesai, sehingga para PKL bisa segera menempati lokasi itu.

"Ya kami tidak pindah tempat berjualan, kami meliburkan diri tidak berjualan. Kami ingin melihat keseriusan Pemkot Batu jika memang akan segera memanfaatkan foodcourt untuk kami tempati," kata dia saat dihubungi, Kamis (12/7/2018).

Baca: Proyek Box Culvert Robohkan Tiang Listrik PLN di Jalan Ir Soekarno Surabaya

Ia mengungkapkan, bisa saja para PKL ini setelah mengosongkan area berjualan di Alun-Alun Batu, pindah lokasi untuk berjualan.

Tetapi hal itu tidak mereka lakukan. Mereka lebih mementingkan untuk segera menyelesaikan area yabg akan dijadikan tempat berjualan PKL.

"Kami berkomitmen kalau kami tidak dapat penghasilan selama satu minggu tidak apa-apa. Karena kami sudah diberikan rezeki banyak saat libur lebaran kemarin. Alhamdulillah. Nah ini kami mencoba pegang janji Pemkot Batu," ungkapnya yang juga membuka lapak Kedai Momsky di Alun-alun Batu itu.

Nantinya, mereka PKL ini diberikan waktu terakhir berjualan hanya sampai 16 Juli. Selama 16 Juli hingga 22 Juli area Alun-alun Batu harus steril dari PKL.

Baca: Dua Pelaku Gendam di Kota Madiun Ditangkap Warga setelah Wajahnya Dikenali Korban

Selama waktu itu, mereka ikut kerja bakti untuk menyelesaikan area Foodcourt Batu yang akan mereka tempati.

Seperti nantinya taman disekitar area itu akan dibongkar untuk pelebaran area. Karena PKL makanan dan minuman akan ditempatkan di atas foodcourt, lalu untuk PKL souvenir di bawah. Pemkot Batu memberikan kuota 150 PKL yang bisa menempati foodcourt.

"Sekarang sudah ada 84 PKL yang sudah terdaftar untuk bisa menempati foodcourt. Nah yang belum hari ini masih kami sosialisasikan, karena kami juga belum tahu apakah PKL yang di Pasar Laron bakal ikut juga atau tidak," papar dia.

Sesuai kesepakatan PKL Batu bakal menempati foodcourt tanggal 23 Juli. Lapak yang digunakan, tidak disediakan oleh p
Pemkot Batu, alias dari setiap pedagang sendiri.

Baca: Soal Lalu Muhammad Zohri, Anang Hermansyah: Spiritnya Dapat Picu Prestasi Atlet di Asian Games 2018

Sementara itu, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Batu, Yopi Supriadi menambahkan kalau hari ini ia memberikan surat peringatan untuk pedagang. Isi surat itu ialah peringatan agar mengosongkan area Alun-alun Batu per 16 Juli.

"Kami tiga hari ke depan memberikan surat ke PKL di sini untuk mempersiapkan agar meninggalkan lokasi mulai Senin besok," kata Yopi.

Konsekuensinya ialah, jika mereka tetap bandel Satpol PP dan tim gabungan akan mensterilkan area Alun-alun Batu. Karena tim gabungan mereka yang terdiri dari Polri dan TNI stanby di Alun-alun Batu. Termasuk Jalan Kartini dan Jalan Sudiro yang digunakan untuk berjualan.(Sun)

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help