704 Calon Mahasiswa Progam Beasiswa D3 Ubaya Surabaya Jalani TPA

Beasiswa ini merupakan hasil dari MoU Pemkot Surabaya, Politeknik Ubaya dan enam Perusahaan untuk memberikan pendidikan pada warga kurang mampu

704 Calon Mahasiswa Progam Beasiswa D3 Ubaya  Surabaya Jalani TPA
sulvi sofiana/surya
Pelaksanaan tes TPA calon penerima beasiswa D3 Ubaya, Sabtu (14/7/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – 704 calon mahasiswa penerima program Beasiswa & Penempatan Kerja mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA).

Beasiswa ini merupakan hasil dari MoU Pemkot Surabaya, Politeknik Ubaya dan enam Perusahaan untuk memberikan pendidikan pada warga kurang mampu di wilayah Surabaya.

Melalui program beasiswa ini, nantinya mahasiswa yang terpilih akan menerima pendidikan gratis di Politeknik Ubaya. Setelah lulus, mereka dapat langsung bekerja dengan ikatan dinas selama 3 tahun bersama perusahan kerjasama Pemkot Surabaya.

Direktur Politeknik Ubaya, Benny Lianto Effendy Sabema menambahkan, hasil TPA hari ini rencananya diumumkan pada Selasa (17/07/2018).

Baca: Lihat Foto Dipo Latief, Nikita Mirzani Terdiam, Lalu Menangis dan Peluk Erat Feni Rose

"TPA ini memiliki standar nilai. Kalau misalnya nilainya tidak memenuhi standar, ya tidak lolos tahap berikutnya," katanya di sela TPA yang diadakan di kampus Ubaya Tenggilis.

Menurut Benny, beasiswa D3 Politeknik Ubaya yang bekerja sama dengan Pemkot Surabaya ini merupakan beasiswa plus. Sebab, mereka yang bisa diterima akan memiliki dua status sekaligus, yakni mahasiswa dan karyawan.

"Semangat belajar penerima beasiswa harus berbeda dengan mahasiswa pada umumnya. Mahasiswa lain itu perlu kuliah kemudian mencari kerja. Kalau penerima beasiswa ini dapat dua status, mahasiswa dan karyawan," ungkapnya.

Terkait model perkuliahan, kata Benny, mahasiswa akan diajar oleh dosen Politeknik Ubaya dan pihak perusahaan. Saat magang, penerima beasiswa juga magang ke perusahaan tersebut. Sehingga, ketika lulus penerima beasiswa sudah matang untuk bekerja.

"Ini yang disebut pendidikan vokasional yang asli. Berkuliah diajari oleh dosen dan pihak perusahaan. Model baru ini kalau berjalan baik bisa menjadi contoh," tandasnya.

Terpisah, Sekretaris Dindik Kota Surabaya Aston Tambunan mengatakan, 695 pendaftar itu akan merebutkan 100 kuota beasiswa. Setelah dinyatakan terima, penerima beasiswa bisa berkuliah di D3 Politeknik Ubaya selama tiga tahun dengan gratis.

Baca: Pria India Rela Potong Kuku Tangan 9 Meter Miliknya, Soal Kesehatan Jadi Alasan, ‘Ada Rasa Terbakar’

“Nanti oleh Pemkot Surabaya melalui Dindik Surabaya, penerima beasiswa mendapat uang saku dan uang penunjang perkuliahan. Yang jelas, program beasiswa dari Walikota Surabaya ini untuk memutus rantai kemiskinan," katanya.

Aston menjelaskan, kuota yang tersedia dengan jumlah peminat beasiswa ini memang kurang seimbang. Untuk itu 695 peserta yang menjalani TPA diminta berjuang dan berdoa sungguh-sungguh agar diterima.

"Dindik Surabaya hanya seleksi administrasi, selanjutnya diseleksi Ubaya," jelasnya.

Sebelumnya, peserta tes telah melewati seleksi awal dari Tim Pemkot Surabaya dan Tim D3 Ubaya, serta melakukan daftar ulang. Tahapan tes selanjutnya yang harus diikuti setelah lulus TPA adalah Tes Substansi Akademik pada 19 Juli 2018, Tes Psikologi pada 1 Agustus 2018 dan tes dari pihak perusahaan pada 9 sampai 15 Agustus 2018.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help