Pemkot Surabaya Bahas Opsi Take Over Underpass Satelit yang Mangkrak

Pemerintah Kota Surabaya mengupayakan agar proyek underpass di bundaran Satelit yang mangkrak bisa segera dilakukan.

Pemkot Surabaya Bahas Opsi Take Over Underpass Satelit yang Mangkrak
(Surya/Fatimatuz Zahroh)
Kondisi jalan overpass di bundaran satelit sudah selesai digarap oleh DPD REI Jawa Timur tapi belum dioperasikan, Sabtu (20/1/2018). (Zaimul Haq/Surya) 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya mengupayakan agar proyek underpass di bundaran Satelit yang mangkrak bisa segera dilakukan.

Pasalnya, Pemkot Surabaya sudah mengadakan pertemuan tertutup dengan DPD REI guna membahas kelanjutan proyek yang sudah berhenti sejak empat bulan yang lalu.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan mengatakan pihaknya sudah mengundang sejumlah pengembang dan ada skrenario yaang dibahas adalah pemkot akan take over dan menyumbang penyelesaian underpass dengan menggunakan dana APBD.

"Kalau bahasanya bukan take over kalau kami bilang. Sebab secara prinsipnya mereka para pengembang siap untuk melanjutkan. Namun karena ada fluktuasi dolar, maka nilai sumbangan proyek itu sedang kami koreksi," kata Hendro, Sabtu (14/7/2018).

Baca: Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2018, Prancis Vs Kroasia, Siapa yang Bakal Juara?

Jika sesuai kesepakatakan awal, pengembang di daerah Surabaya Barat yang tergabung dalam DPD REI urunan sebesar Rp 70 miliar untuk membangun overpass yang menghubungkan jalan HR Muhammad dan Jalan Mayjend Sungkono, serta pembangunn underpass yang menguhubungkan antara Jalan Ngesong dan Jalan Tol Mayjend Sunkono.

"Nah kemarin kita tanya underpassnya ini sudah selesai 40 persen an, ya nggak apa-apa kerjasama tetap berjalan. Sisanya kalau kurang misalnya akses luar underpass itu kita yang lanjutkan, kita siap gunakan APBD," imbuh Hendro.

Meski begitu mantan Kepala Bappeko ini mengatakan saat ini masih belum ada kesepakatan kapan REI akan meneken kontrak dengan PT PP Property kembali untuk melanjutkan proyek yang mangkrak.

Pembahasan masih akan dilakukan pekan depan bersama DPD REI. Termasuk kesanggupan DPD REI untuk menyelesaikan underpass hingga bagian mana dan pemkot akan melanjutkan mulai bagian mana saja.

"Masih kita bahas kapan pastinya. Termasuk pembahasan yltambah kurangnya dengan Pemkot mananya apa in outnya. Sebab satu struktur tidak bisa menggunakan dua sumber dana," kata Hendro.

Disi lain, Hendro juga menjawab terkait permintaan REI yang ingin agar overpass yang sudah jadi bisa difungsikan lebih dulu. Menurut Hendro, Pemkot memang sengaja tidak mengaktifkan jalan tersebut meski sudah rampung 100 persen.

"Kami tidak menfungsikannnya dulu, karena kami takut justru akan membuat macet kalau hanya difungsikan satu sisi saja," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD REI Jawa Timur Danny Wachid mengatakan pada prinsipnya memang para pengembang mau saja untuk menyelesaikan proyek underpass. Akan tetapi memang mereka para pengembang ingin lebih dulu bertemu dengan Pemkot.

Baca: Fahri Hamzah Khawatir Jika Lalu Muhammad Zohri Ditawari Jadi PNS, ini Alasan hingga Harapannya

"Secara keseluruhan sejauh ini pengembang sudah menyumbang Rp 31 miliar untuk penyelesaian overpass dan separo underpass satelit, dari total Rp 70an miliar dana yang dibutuhkan," ucapnya.

Menurutnya ada hal yang dianggap kurang jelas terkait komitmen antara Pemkot dan pengembang dalam kesepatakan pembangunan ingfrastruktur jalan ini. Dikatakan Danny, pengembang memang sudah beberapa kali bertemu dengan pejabat pemkot, namun tidak langsung dengan wali kota Tri Rismaharini yang berlaku sebagai pemegang keputusan.

"Inikan proyek sukarela, nggak ada lho di Indonesia yang kayak begini. Menurut saya harus ada kesamaan persepsi lah. Saya sebagai Ketua DPD REI jatim akan memfasilitasi," katanya. (Surya/fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help