Terkendala SDM, 500 Lowongan Kerja di Perusahaan Magetan Tak Terisi

Sebanyak 500 lowongan kerja di perusahaan Magetan tak terisi gara-gara terkendala SDM.

Terkendala SDM, 500 Lowongan Kerja di Perusahaan Magetan Tak Terisi
SURYA/DONI PRASETYO
Para lulusan SLTA saat menjalani tes tulis mengisi lowongan kerja di PT Universal Karya Mandiri, perusahaan elektronika di Batam Indo Park (BIP), Muka Kuning, Batam, di kantor Disnakertrans Kabupaten Magetan, Selasa (31/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Lowongan kerja untuk 500 orang lulusan SLTA sederajat di perusahaan garmen di Desa/Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan tidak terisi. Tidak terisinya lowongan itu karena skill alias SDM yang diminta perusahaan itu tidak bisa dipenuhi pelamar.

"Lulusan SLTA sederajat di wilayah Magetan kebanyakan tidak memiliki ketrampilan (skill) alias nol ketrampilan, meski dari lulusan SMK," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Magetan, Suyadi kepada Surya (Grup TribunJatim.com), Selasa (31/7/2018).

Padahal, lanjut Suyadi, lowongan kerja yang diminta perusahaan itu tidak ada hubungan dengan ijazah yang dimiliki pelamar. Perusahaan garmen itu hanya menginginkan karyawan yang memiliki ketrampilan yang berhubungan dengan garmen.

"Persyaratan yang diminta perusahaan itu kepada pelamar hanya terampil menjahit, ijazah hanya formalitas. Tapi kebanyak yang melamar tidak memiliki keterampilan menjahit, apalagi untuk perusahaan garmen," katanya.

Dikatakan Suyadi, karena tidak dipunyainya keterampilan menjahit seperti yang diminta perusahaan garmen itu, maka lowongan kerja untuk 500 karyawan itu akhirnya diisi pelamar dari luar daerah Magetan, seperti dari Madiun, Ngawi, Kediri dan Tulungagung.

"Makanya kami akan sosialisasikan masalah keterampilan (skill) ini ke sekolah sekolah di Magetan. Agar lulusan SLTA tidak nol keterampilan, dan Disnakertrans akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) yang saat ini masih proses pembangunan," jelas Suyadi.

Menurut Suyadi, akibat tidak dipunyainya keterampilan, ratusan lulusan SLTA sederajat berbondong bondong melamar ke perusahaan elektronika di Batam. Karena tidak punya keterampilan, ratusan pelamar itu tidak punya nilai tawar dan digaji sebagai buruh dengan upah minimum setempat.

"Coba kalau ratusan lulusan SLTA sederajat yang sekarang ini ramai ramai melamar ke perusahaan elektronika di Batam itu masing masing punya keterampilan, mereka tidak perlu jauh jauh ke Batam. Lagian gaji mereka juga bisa lebih tinggi karena punya skill, bukan buruh kasar," ujar Suyadi.

Pelamar ke PT Universal Karya Mandiri, perusahaan elektronika di Batam indo Park (BIP) Muka Kuning, Batam itu mencapai 225 lulusan SLTA sederajat. Dari ke - 225 pelamar itu seluruhnya berjenis kelamin perempuan.

"Seluruh pelamar kami lakukan test tulis di kantor Disnakertrans Magetan, kami hanya butuh 70 pekerja, sedang pelamar yang mengikuti tes total ada 225 orang. Bila nanti diterima, pelamar akan dipekerjakan di perusahaan elektronika di Batam dan diberikan asrama, juga makan,"kata Irwan staf petugas rekruitmen PT Universal Karya Mandiri kedapa Surya, Selasa (31/0). (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved