Hari Kemerdekaan RI

Paskibra Magetan untuk 73 Tahun Kemerdekaan RI Ramai-ramai Ancam Mundur, ini Penyebabnya

Upacara 73 tahun kemerdekaan RI di Magetan tegang setelah Paskibra ramai-ramai mengancam mundur.

Paskibra Magetan untuk 73 Tahun Kemerdekaan RI Ramai-ramai Ancam Mundur, ini Penyebabnya
TRIBUNJATIM.COM/TRIANA KUSUMANINGRUM
Ilustrasi siswa yang menjadi petugas Paskibraka. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sejumlah SLTA di Kabupaten Magetan yang siswanya direkrut menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), memperingati hari Kemerdekaan RI ke 73, ramai-ramai mengancam menarik siswanya dari keikutsertaannya sebagai anggota Paskibra.

Penarikan itu terkait permintaan biaya sebesar Rp 750 ribu kepada setiap anggota Paskibra.

"Siswa kami yang direkrut menjadi anggota Paskibra, lebih dari tiga anak. Kemarin di telepon dari Dindikpora, setiap anak diminta bayar Rp 750 ribu. Tentu saja kami keberatan, kebetulan beberapa anak itu dari keluarga sangat sederhana," kata seorang guru SLTA di Kabupaten Magetan, kepada Surya (Grup Tribunjatim.com), Selasa (7/8/2018).

JOS untuk Indonesia, Seniman di Jatim Dukung Pakde Karwo Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

Padahal, tahun sebelumnya tidak ada anggota Paskibra yang diminta membayar. Malahan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan selesai tugas, selain diberi selembar piagam juga uang transport.

"Sebelumnya tidak ada pemberitahuan anggota Paskibra bayar, ini tiba tiba di telepon dari Dikpora, siswa saya diminta bayar per anak yang direkrut diminta Rp 750 itu, aget juga. Sekolah tidak ada anggaran. Kalau tetap diminta bayar, lebih baik siswa saya tarik. Tidak ikut Paskibra saja," tegas guru ini, dibenarkan guru pembina yang lain.

Menurutnya, kalau setiap anggota Paskibra ditarik biaya Rp 750 ribu dan total anggota inti Paskibra sebanyak 70 siswa, dana yang bisa dikumpulkan penyelenggara Paskibra mencapai Rp 52.500.000.

Ponpes Tebuireng Jombang Berduka, Cucu Pendiri NU KH Hasyim Asyari Berpulang

Mestinya anggaran Paskibra dibiayai dari APBD Pemkab Magetan, namun baru tahun ini biaya dibebankan anggota Paskibra.

"Kasihan siswa, menjalankan tugas sebagai Paskibra itu sangat berat. Belum latihan selama lebih satu bulan yang diajari dari instruktur Sekolah Calon Tantama (Secata). Sudah payah, diminta bayar," tandasnya.

Dikatakan, dari sejumlah siswanya yang diikutkan sebagai anggota Paskibra itu, mayoritas anak orang tidak mampu dan penarikan biaya itu praktis sangat memberatkan.

Gas Menyembur dari Sumur Petani di Ngawi Setinggi 80 Meter, Pernah Bakar Ilalang Berhari-hari

Karena orangtua mereka ada penghasilannya dalam sehari hanya beberapa lembar, lima ribuan atau sebulan tidak sampai Rp 900 ribu.

"Menjadi anggota Paskibra sangat didamba siswa, tapi kalau diminta bayar. Mereka lebih baik menarik diri dari keanggotaan Paskibra. Uang sebesar itu sangat banyak. Padahal anggota Paskibra, sejak dahulu tidak ada yang diminta bayar," timpal guru ini dengan suara seperti tertahan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan Bambang Trianto yang dikonfirmasi, menyangkal adanya penarikan biaya kepada siswa anggota Paskibra itu, karena biaya itu setiap tahun sudah disediakan dari Pemkab Magetan.

"Paskibra dibiayai Pemkab, tapi memang anggaran penyelenggaraan untuk Paskibra sedikit masih kurang. Ini nanti masih kita bicarakan," katanya, kepada Surya (Grup Tribunjatim.com) di ruang Ki Mageti, Selasa (7/8/2018). (Surya/Doni Prasetyo)

Rusia Survei Kesiapan Lanud Iswahjudi, Sebelum Terima Pesawat Canggih Sukhoi SU 35

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved