Tiga Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini Berhasil Ciptakan Alat Ekstraksi Karotenoid

Limbah wortel kerap dibuang begitu saja. Baik usai dibuat sayur atau untuk jus. Ternyata limbah itu bisa dimanfaatkan.

Tiga Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini Berhasil Ciptakan Alat Ekstraksi Karotenoid
SURYA/SYLVIANITA WIDYAWATI
Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya yang membuat rancang bangun alat ekstrasi GODECT 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Limbah wortel kerap dibuang begitu saja.

Baik usai dibuat sayur atau untuk jus. Ternyata limbah itu bisa dimanfaatkan.

Pada ampas wortel ada kandungan karotenoid mencapai 80 persen dari total karotenoid pada wortel.

Karotenoid adalah pembentuk vitamin A sangat penting bagi tubuh. Juga bisa menurunkan resiko terkena kanker, kardiovaskular, degenerasi macular dll.

Karena itu, tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya (UB) yaitu Adi Rahmanto Wibowo, Roya Putri Habibah dan Rismoyo Nahri Filanto menciptakan inovasi alat ekstraksi karotenoid.

Namanya GODECT (Green Carotenoid Extractor) Rancang Bangun Alat Ekstraksi Karotenoid Berbasis Green Electric Pulse Sebagai Upaya Mewujudkan Indonesian Zero Waste Technology.

"GODECT ini alat ekstraksi karotenoid yang sangat efektif karena menggunakan kombinasi teknologi non-thermal PEF (Pulse Electric Field) yang mampu merusak dinding sel pada bahan. Sebagai pelarutnya, kami memakai minyak zaitun," jelas Adi pada suryamalang.com, Minggu (12/8/2018).

Alat ini juga dilengkapi dengan pressure chamber sehingga didapatkan hasil akhir yang maksimal.

Dijelaskan dia, jika pakai GODECT, karotenoid yang dihasilkan tidak akan mengalami kerusakan karena tidak ada pemanasan.

Pemilihan minyak zaitun karena kemungkinan bisa langsung dikonsumsi yang bermanfaat buat kesehatan.

Diharapkan, dengan menggunakan GODECT, maka Indonesia mampu memproduksi suplemen vitamin A sendiri.

“Selama ini, Indonesia masih melakukan import untuk memenuhi kebutuhan suplemen vitamin A dalam negeri," tambah Roya.

Selain minyak zaitun, tim ini juga mencoba ke minyak goreng sebagai pelarutnya agar kandungan vitamin A minyak goreng meningkat.

Mereka berharap bisa mengembangkan GODECT agar bisa memberi kontribusi pemecahan masalah limbah. (Surya/Sylvianita Widyawati)

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Edwin Fajerial
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved