Dana Bantuan untuk Partai Politik di Sidoarjo Naik Rp 1,5 Miliar

Partai politik di Sidoarjo makin dimanjakan setelah dana bantuan untuk parpol terus dinaikkan.

Dana Bantuan untuk Partai Politik di Sidoarjo Naik Rp 1,5 Miliar
SURYA/M TAUFIK
Bupati, Wakil Bupati dan sejumlah pejabat Pemkab Sidoarjo saat bertemu pimpinan partai politik di Pendopo Sidoarjo, Senin (13/8/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Menjelang Pileg dan Pilpres 2019, ada kabar gembira untuk para pengurus partai politik di Kabupaten Sidoarjo. Dana bantuan untuk partai politik dari APBD Sidoarjo naik hingga sekitar Rp 1,5 miliar.

Angka itu merupakan total dana yang dikucurkan oleh Pemkab Sidoarjo kepada partai-partai yang memiliki kursi di DPRD Sidoarjo sekarang ini. Totalnya ada 10 partai.

Kenaikan dana Banpol ini disampaikan Kepala Bakesbangpol Sidoarjo Mulyawan saat menggelar pertemuan dengan para ketua parpol di Pendapa Delta Wibawa Sidoarjo, Senin (13/8/2018).

"Perubahan nilai Banpol ini berdasarkan aturan baru, yakni PP nomor 1 tahun 2018," ujarnya.

Dalam aturan baru ini, pemerintah memberikan lampu hijau kenaikan dana banpol oleh masing-masing daerah. Namun besaran bantuannya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Setelah menghitung-hitung, Pemkab Sidoarjo bisa menaikkan dana bantuan itu. Partai politik di Sidoarjo yang semula mendapat Banpol sebesar Rp 1.179,6 per suara, naik menjadi Rp 1.500 setiap suara.

"Ada 10 partai, dan jika ditotal nilainya sekitar Rp 1,5 M," jelas Mulyawan.

Agar dapat menerima dana ini, pengurus parpol harus melengkapi sejumlah persyaratan. Diantaranya, sudah melakukan audit keuangan, melaporkan penggunaan Banpol, dan beberapa aturan lain.

Dan penggunaan dana ini juga tidak bisa sembarangan, ada aturannya. Menurut Sekretaris Kesbangpol Zainul Arifin, dana APBD itu tidak bisa digunakan untuk sembarang urusan parpol.

"Tujan utama pemberian dana itu digunakan sebagai Pendidikan politik. Porsinya mencapai 60 persen dari total dana. Setelah Pendidikan politik dicukupi, baru digunakan untuk dana operasional kesekretariatan," urainya.

Menanggapi kenaikan dana bantuan ini, beberapa pengurus partai menyebut kenaikannya tidak seberapa. Belum sebanding dengan kebutuhan partai politik yang sangat besar. Apalagi di tahun-tahun politik seperti sekarang ini.

"Bayar listrik daan Pendidikan politik juga butuh anggaran besar," kata Warih Andono, Ketua DPD Golkar Sidoarjo.

Tak jauh beda yang disampaikan Ketua DPD PAN Sidoarjo Ahmad Dzul Himam. Dia juga menganggap bahwa nilai Banpol itu masih sangat kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan partai politik. (Surya/Ufi)

Penulis: M Taufik
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved