Home »

Jatim

Pria yang Tewas di Dekat Bandara Juanda Ternyata Pergi dari Rumah Selama 1 Minggu dan Hilang Ingatan

Warga Sedati, Sidoarjo dihebohkan penemuan sesosok mayat laki-laki di pinggir jalan Raya Juanda menuju terminal 1.

Pria yang Tewas di Dekat Bandara Juanda Ternyata Pergi dari Rumah Selama 1 Minggu dan Hilang Ingatan
SURYA/M.TAUFIK
Jenazah pria yang ditemukan tak bernyawa di pinggir jalan Juanda saat dibawa ke rumah sakit RSUD Sidoarjo 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Warga Sedati, Sidoarjo dihebohkan penemuan sesosok mayat laki-laki di pinggir jalan Raya Juanda menuju terminal 1, Minggu (12/8/2018).

Diketahui, pria yang tergelatak tak bernyawa itu adalah Setyo Utomo (44), warga Juwingan, Gubeng, Surabaya.

Saat ditemukan, pria ini dalam keadaan memakai kaus warna hijau, celana pendek warna biru, dan berselimut sarung kotak kotak. Di lokasi, juga ditemukan sandal warna kuning.

Pertama yang menemukan adalah Wahyudi (66), warga Semambung yang sedang mencari rumput di kawasan itu. Awalnya dikira korban adalah orang yang tertidur di pinggir jalan.

Temuan itu kemudian disampaikan ke Andri, warga lain yang sedang melintas di sana. Mereka lantas melapor ke Kantor Basarnas yang lokasinya tak jauh dari posisi korban tergeletak.

"Setelah dicek ternyata korban tergeletak tak bernyawa. Temuan ini kemudian dilaporkan ke Polsek," kata Kapolsek Sedati AKP Hardiyantoro.

Oleh petugas dan pihak Basarnas, pria itu kemudian dibawa ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Hasilnya, tidak ditemukan luka bekas penganiayaan dan sebagainya," tandas Kapolsek.

Dari keterangan beberapa warga sekitar lokasi, pria tersebut beberapa hari terkahir kerap terlihat berjalan mondar-mandir di sana, seperti tanpa tujuan.

Sementara dari keterangan pihak keluarga yang ditanyai petugas kepolisian, disebut bahwa korban sudah sekitar satu Minggu meninggalkan rumah dan dicari tak ketemu.

"Menurut keluarga, korban seperti mengalami hilang ingatan setelah beberapa waktu lalu mengalami kecelakaan," pungkasnya. (Surya/M Taufik)

Penulis: M Taufik
Editor: Edwin Fajerial
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help