Kumpulkan Ribuan Siswa SD Demi Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun

Demi Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun, ribuan siswa SD dikumpulkan tanpa terkecuali.

Kumpulkan Ribuan Siswa SD Demi Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) di sekolah yang digalakkan di Kabupaten Probolinggo. 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO – Ribuan siswa sekolah dasar di Kabupaten Probolinggo ikut berkampanye higienis sanitasi sekolah yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Selasa (14/8/2018) siang.

Ini merupakan gerakan massal yang dilakukan pelajar dalam mengkampanyekan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) di sekolah.

Kampanye CTPS ini dilaksanakan serentak di sejumah sekolah, diantaranya SDN Patokan 2, SDN Rangkang 1, SDN Kandangjati Kulon 1, SDN Tegalsono, SDN Bulujaran Kidul dan SDN Curahsawo. Masing-masing lokasi diikuti oleh 50 orang siswa.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono melalui Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Sumaryanto mengungkapkan, mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

Kata dia, gerakan dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia bertujuan memutuskan mata rantai kuman.

“Mencuci tangan dengan sabun dikenal juga sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit. Hal ini dilakukan karena tangan seringkali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung (menggunakan permukaan-permukaan lain seperti handuk, gelas),” ungkapnya.

Menurut Yanto, tangan yang bersentuhan langsung dengan kotoran manusia dan binatang ataupun cairan tubuh lain (seperti ingus dan makanan atay minuman yang terkontaminasi saat tidak dicuci dengan sabun dapat memindahkan bakteri, virus dan parasit pada orang lain yang tidak sadar bahwa dirinya sedang ditularkan.

“PBB telah mencanangkan tanggal 15 Oktober sebagai Hari Mencuci Tangan dengan Sabun Sedunia. Ada 20 negara di dunia yang akan berpartisipasi aktif dalam hal ini, salah satu di antaranya adalah Indonesia,” jelasnya.

Yanto menerangkan CTPS merupakan perilaku sehat yang telah terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare, Infekai Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan flu burung, bahkan disarankan untuk mencegah penularan influenza.

“Banyak pihak yang telah memperkenalkan perilaku ini sebagai intervensi kesehatan yang sangat mudah, sederhana dan dapat dilakukan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Berbagai survey di lapangan menunjukkan menurunnya angka ketidakhadiran anak karena sakit yang disebabkan oleh penyakit setelah diintervensi dengan CTPS,” tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved