Ketangguhan Penerbang Tempur Indonesia Diakui Australia

Latma "Pitch Black" ke Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Maospati, Kabupaten Magetan disambut seni reog Ponorogo, Sabtu (18/8/2018)

Ketangguhan Penerbang Tempur Indonesia Diakui Australia
Surya/ Doni Prasetyo
Mayor Pnb Anugerah Gigih dan Kapten Pnb Jaka Arastya berdialog dengan Major Pete dari Royal Austalian Air Force (RAAF) Australia, usai melakukan terbang di latihan bersama (Latma) Pitch Black, di Darwin Australia. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Latihan Bersama (Latma) "Pitch Black" yang diselenggarakan Royal Austalian Air Force (RAAF) di Kawasan utara negeri Kangguru mengakui kemampuan penerbang tempur Indonesia sejajar negara maju peserta Latma "Pitch Black".

Menurut Komandan Lanud (Danlanud) Iswahjudi Marsekal Pertama (Marsma) TNI Samsul Rizal, kepulangan kedelapan pesawat tempur F-16 C/D Block 52ID dari Latma "Pitch Black" ke Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Maospati, Kabupaten Magetan disambut seni reog Ponorogo, Sabtu (18/8/2018).

"Alhandulillah, tim Lanud Iswahjudi bisa menjalankan latihan antar negara maju dengan baik sukses dan diberikan keselamatan. Latma Pitch Black yang diselenggarakan setiap dua tahunan di Australia itu ditutup Jumat (17/8/2018) kemarini," kata Danlanud Marsma Samsul Rizal lewat Kapen Mayor Londong kepada TribunJatim.com saat menyambut kedatangan kedelapan pesawat tempur F-16 itu di Lanud Iswahjudi, Sabtu (18/8/2018).

Terseret Motor dan Mulutnya Dibekap, Bocah SD di Surabaya Malah Bisa Gagalkan Aksi 2 Begal Sekaligus

Diungkapkannya, Latma bertaraf Internasional itu, tim TNI AU dipimpin Komandan Wing 3 Kolonel Pnb Djoko Hadi Purwanto, dan dari Skadron udara 3 dipimpin Letkol Pnb Gusti Made Yoga “Barong” Ambara, diikuti sebanyak 87 personel, enam peninjau dari Mabesau.

"Perjuangan dan penantian Indonesia agar bisa ikut masuk dalam skenario yang dibuat negara Australia, penuh peluh dan pikir. Ini dikarenakan Australia hanya melibatkan Angkatan Udara yang benar benar masuk kreteria modern alutsista, memenuhi SOP yang baik profesional dan safety," katanya kepada Tribunajtim.com .

Dikatakan Danlanud Marsma TNI Samsul Rizal saat memberangkatkan delapan ke delapan pesawat tempur F-16 C/D Block 52ID, tiga pekan lalu, sejak "Pitch Black" diadakan Australia bersama negara sekutunya tahun 1981,

Indonesia baru masuk tahun 1990, itu pun hanya sebatas observasi dan belum diperbolehkan terlibat dalam skenario latihan bersama (Latma).

“Keikutsertaan dalam latma "Pitch Black" merupakan tolok ukur profesionalisme Angkatan Udara dalam mengawaki alat utama sistem persenjataan (alutsista),” jelas Danlanud Iwj Marsma TNI Samsul Rizal.

Tiket Asian Games 2018 Bisa Dibeli Secara Online dan Offline, Berikut Cara Beli dan Daftar Harganya!

Lebih lanjut dikatakan Marsma Samsul Rizal, saat perhatian dunia tertuju ke RAAF Base Darwin dan RAAF Base Tindal di wilayah utara Benua Kanguru. Sebanyak 140 pesawat tempur canggih dan 4.000 personel dari 12 negara berlatih selama tiga minggu, mulai 27 Juli sampai 17 Agustus di gelaran "Exercise Pitch Black 2018" menjalani latihan perang bersama.

"Dalam Latma Pitch Black itu kekuatan tim peserta dibagi menjadi kelompok kelompok penyerang dan kelompok bertahan atau Offensive Counter Air (OCA) maupun Defensive Counter Air (DCA). Materi lainnya adalah peningkatan kemampuan seperti Air-Land Integration dan ISR (intelligence, surveillance and reconnaissance),"kata Marsma Samsul Rizal.

Aksinya Viral, Bocah SMP yang Nekat Panjat Tiang Bendera Dapat Beasiswa Hingga Jenjang S1

Latma Pitch Black, tambah Samsul Rizal, yang diselenggarakan Angkatan Udara Australia (RAAF) sejak 1981 melibatkan ratusan pesawat tempur canggih ini sejatinya mensimulasikan peetempuran udara moderen, selain melaksanakan misi operasi bersama.

"Bagi Indonesia, kemampuan pertempuran skala besar akan menjadi pengalaman yang berharga dalam perang modern,"tandas Marsma Samsul Rizal. (tyo).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved