Mestinya Untuk Warga Miskin, Bantuan Kolam Ikan di Magetan Malah Dikuasai Kades dan Pemuka Desa

Bantuan kolam ikan di Magetan malah dikuasai Kades dan Pemuka Desa, padahal mestinya untuk warga miskin.

Mestinya Untuk Warga Miskin, Bantuan Kolam Ikan di Magetan Malah Dikuasai Kades dan Pemuka Desa
SURYA/DONI PRASETYO
Kolam ikan bantuan Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Magetan di Dukuh Gonder, Desa Campursari, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Bantuan kolam ikan air tawar di Kabupaten Magetan dari APBD 2018 untuk peningkatan ekonomi warga miskin, ternyata malah dikuasai para Kepala Desa (Kades) dan sejumlah pemuka desa.

Namun, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan tetap bersikukuh, bahwa batuan tersebut sudah tepat sasaran.

"Bantuan kolam itu warga disini tidak ada yang tahu. Kita tahu setelah kolam itu jadi, karena kebetulan beberapa kolam terletak dipinggir jalan dan sawah," ujar seorang petani warga Desa Campursari, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Rabu (22/8/2018).

Menurutnya, bantuan itu hanya diterima Kades setempat, pengurus Karang Taruna dan pemuka masyarakat setempat. Malah kabarnya ada PNS dari Disnakkan yang kebetulan warga setempat juga mendapat bantuan dua kolam yang dibangun di lahan miliknya yang berada di dekat tanah persawahan warga.

"Warga disini, terutama mereka yang seharusnya menerima, tidak tahu ada program penberian kolam untuk pemberdayaan ekonomi warga tidak mampu. Tapi nyatanya, yang dapat bantuan kolam malah orang orang berada atau kaya," tegas sumber Surya (Grup Tribunjatim.com) ini.

Kepala Desa Campursari, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan Parni yang dikonfirmasi mengakui menerima bantuan dua kolam air tawar dari APBD 2018 Pemkab Magetan itu.

"Iya saya dapat dua kolam, saya bangun di tanah kas desa bagian saya (Kades). Saya diberi karena dipandang saya berpengalaman memelihara ikan air tawar, jadi buat contoh warga," katanya.

Menurut Parni, kolam bantuan APBD Pemkab Magetan 2018 yang masing masing berukuran kurang lebih tiga kali empat meter persegi itu diperuntukan untuk peningkatan ekonomi warga miskin di desanya.

"Kalau sekarang yang terima perangkat, ada PNS Disnakkan, dan Karang Taruna itu karena warga yang seharusnya menerima tidak punya lahan untuk lokasi membangun kolam itu, jadi dialihkan kepada warga yang memiliki lahan," jelasnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan Kustini menolak kalau bantuan kolam yang disalurkan salah sasaran dan diterima warga yang ekonominya berkecukupan, bukan warga tidak mampu sesuai program pemerintah.

"Dua kolam yang dibangun di tanah kas desa itu, bukan punya Kades, itu jatah Ketua Kelompok. Kalau dua kolam yang katanya diterima PNS Disnakkan, itu juga tidak benar, yang benar karena dia penyuluh, kebetulan warga setempat (Campursari)," terang Kustini.

Bantuan kolam ikan air tawar yang diterima warga di Desa Campursari, Kecamatam Sidorejo, Kabupaten Magetan itu diterima Pokdan Mina Sari desa setempat itu berjumlah 9 kolam, dengan biaya pembangunan sebesar Rp 196.150.000, yang dilaksanakan CV Bhakti Mulia, dan konsultan pengawas CV Citra Selaras, selesai pembangunan Rabu (8/8/2018).(Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved