Polisi Menyayangkan Aksi Kekerasan Guru Kepada Siswa di Magetan

Polisi menyayangkan tindak kekerasan yang dilakukan guru di SMPN 2 Magetan kepada siswanya dan akan koordinasi dengan sekolah serta Dinas Pendidikan P

Polisi Menyayangkan Aksi Kekerasan Guru Kepada Siswa di Magetan
Surya/ Doni Prasetyo
Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Magetan terlihat sedang mengayunkan sepatu pantofelnya ke muka dan beberapa kali ke bagian tubuh Raihan siswa kelas 7d setempat. Video aksi kekerasan yang dilakukan ibu guru ini viral di media sosial (medsos). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Polisi menyayangkan tindak kekerasan yang dilakukan guru di SMPN 2 Magetan kepada siswanya dan akan koordinasi dengan sekolah serta Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Dindikpora) setempat.

"Langkah awal kita (Polisi) setelah melihat video kekerasan guru kepada muridnya yang viral itu, mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket), melakukan penyelidikan terkait kebenaran kejadian atau peristiwa yang viral itu," kata Wakil Kepala Polisi Resor (Wakapolres) Magetan Kompol Asih Dwi Yuliati, Selasa (28/8/2018).

Sampai video viral, lanjut Kompol Asih, belum ada laporan terkait aksi kekerasan guru kepada murid di SMPN 2 Magetan itu, dari orangtua atau korban sendiri.

"Belum ada laporan Polisi terkait kejadian itu. Yang dikatakan Polisi berdasarkan video yang berdar viral itu," jelas Kompol Asih.

Aksi Kekerasan Guru SMPN Magetan Viral, Siswa Dipukul Sepatu

Dikatakan Wakapolres Asih, kejadian itu di lingkungan sekolah, karena itu akan di mediasikan dulu dengan sekolah, pemerintah dan orangtua siswa (korban). Karena berdasarkan informasi, orangtua korban belum mengetahui kejadian itu," kata Kompol Asih.

Ia berharap, kedepan kejadian kekerasan di sekolah tidak perlu terjadi lagi dengan alasan apapun. Karena tindak tanduk guru sebagai pendidik menjadi suri tauladan muridnya.

"Tugas guru, sesuai Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 ayat (1), tentang Guru dan Dosen menyebutkan, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didiknya," kata Kompol Asih seraya mengatakan didalam mengevaluasi siswanya dengan cara sesuai dengan profesinya berdasarkan landasa akademik.

Kapolda Jawa Timur Sampaikan Terima Kasih pada Kapolri karena Dapat Kesempatan ‘Pulang Kampung’

Diberitakan, sejak sepekan lalu di Magetan beredar video Ibu Guru SMPN 2 Magetan melakukan tindak kekerasan dengan malakukan pemukulan terhadap siswanya menggunakan sepatu pantofel hingga beberapa kali di bagian perut dan kepala siswa berinitial RH itu.

Kasus itu sebenarnya sudah ditangani Kepala SMPN 2 Magetan, namun setelah video tersebar, kasus kekerasan itu kembali menjadi bahan pembicaraan di kalangan sekolah se Kabupaten Magetan. (tyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved