Pilpres 2019

Deklarasi #2019GantiPresiden Berpotensi Konflik, Pengamat Politik: ini Simpul Dukungan Pilpres 2014

Pengamat politik Universitas Brawijaya (UB), Wawan Sobari, menilai aksi deklarasi #2019gGantiPresiden sejak awal memiliki potensi konflik yang tinggi.

Deklarasi #2019GantiPresiden Berpotensi Konflik, Pengamat Politik: ini Simpul Dukungan Pilpres 2014
TRIBUNJATIM.COM
Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya berakhir ricuh, Minggu (26/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengamat politik Universitas Brawijaya (UB), Wawan Sobari, menilai aksi deklarasi #2019gGantiPresiden sejak awal memiliki potensi konflik yang tinggi.

"Kalau saya karena taglinenya sangat jelas ya, ganti presiden. Sangat beresiko memang, karena akan menimbulkan potensi konflik. Kalau kita lihat penolakan tersebut bukan hanya terjadi di Surabaya, tapi juga di Batam, Riau, dan tempat lain," kata Wawan, Rabu (29/8/2018).

Menurut Wawan hal tersebut terjadi karena gerakan tersebut sarat ditunggangi kepentingan politik.

"Ini juga bagian dari simpul dukungan Pemilu 2014 yang lalu. Klau kita lihat koalisi ini kan relatif sama. Gerindra, PKS, PAN tambah ada Demokrat, itu hanya mengulang 2014. Hanya saja dulu tidak ada istilah ganti presiden, kalau sekarang sudah sangat jelas," tambahnya.

Nama Nella Kharisma Disebut, Rhoma Irama Keceplosan Bilang Itu Siapa, Najwa Shihab: Sakit Hati Nih

Dikatakan Wawan, potensi konflik tidak bisa dihindarkan.

Hal ini, disebutkan Wawan, karena masyarakat yang tidak ingin ganti presiden juga banyak.

"Jadi kekhawatiran pertentangan karena 2014 itu sangat mungkin terjadi, bahkan menurut saya nanti bisa jauh lebih keras," tuturnya.

Seperti diketahui, aksi deklarasi #2019GantiPresiden yang diselenggarakan di Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu (26/8/2018) mendapat penolakan dari ormas setempat dan sempat menimbulkan bentrokan antar kelompok.

Hadirkan Super Junior hingga Siti Badriah, Wishnutama Bocorkan Konsep Closing Ceremony Asian Games!

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved