Ini Alasan Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal Dorong Sertifikasi Tenaga Pekerja

Lembaga Sertifikasi Profesi-Pasar Modal Indonesia (LSP-PM) mendorong sertifikasi profesi di kalangan tenaga pekerja pasar modal.

Ini Alasan Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal Dorong Sertifikasi Tenaga Pekerja
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Direktur Eksekutif LSP-PM, Haryajid Ramelan (kedua dari kiri) di Lab Pasar Modal Universitas Kristen Petra Surabaya, Kamis (30/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lembaga Sertifikasi Profesi-Pasar Modal Indonesia (LSP-PM) mendorong sertifikasi profesi di kalangan tenaga pekerja pasar modal.

Hal ini dikarenakan kebutuhan era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ke depannya sangat bergantung pada sertifikasi.

Direktur Eksekutif LSP-PM, Haryajid Ramelan mengakui, saat ini yang sudah memiliki sertifikasi di industri pasar modal masih di bawah 4.000 orang.

"Sementara, untuk lisence sekitar 20.000, akan tetapi jumlah itu tidak semua bekerja di pasar modal," ungkapnya di sela-sela acara Edukasi Cerdas Berinvestasi Di Pasar Modal, di Universitas Kristen Petra Surabaya, Kamis (30/8/2018).

Pembiayaan Proyek yang Terbatas Jadi Satu Faktor Pasokan Tambahan Hotel Baru di Surabaya Lambat

Kata dia, saat memasuki MEA, orang akan melihat sertifikasinya dalam bekerja.

Apakah tenaga pekerja pasar modal itu menjadi analis, trader ataupun investor.

"Maka dari itu, upaya sertifikasi ini ke depannya diharapkan bisa dilakukan secara online untuk bisa mempercepat perkembangan industri pasar modal," katanya.

Termasuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat yang saat ini masih sekitar 1 persen dari total penduduk Indonesia.

Diwarnai Berbagai Penolakan, Rencana Seri Balapan MotoGP Meksiko Musim 2019 Dibatalkan

"Bukan hanya investor dan tenaga kerja di bidang pasar modal saja yang didorong, melainkan juga emitennya yang saat ini masih sedikit yang melakukan IPO," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved