Aptrindo Bagikan Tips Memitigasi Dampak Biodiesel B20 untuk Kendaraan Truk

Untuk mengurangi defisit dan impor BBM, pemerintah memperluas penerapan kewajiban pencampuran biodiesel B20 sebesar 20 persen.

Aptrindo Bagikan Tips Memitigasi Dampak Biodiesel B20 untuk Kendaraan Truk
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Kasubdit Pelayanan dan Pengawasan Usaha Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Edi Wibowo (kiri) memperlihatkan bahan bakar biodiesel pada acara Sosialisasi Pemanfaatan Biodiesel 20 persen (B20) di PT Pertamina Cabang Bandung, Jalan Wirayudha, Kota Bandung, Kamis (4/2/2016). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Untuk mengurangi defisit dan impor bahan bakar minyak serta menghemat devisa, pemerintah memperluas penerapan kewajiban pencampuran biodiesel B20 sebesar 20 persen.

Menanggapi hal ini, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengatakan, pihaknya akan menjalankan keputusan pemerintah tersebut.

"Perpresnya kan sudah ditandatangani dan mulai diimplementasi sejak 1 September 2018, jadi suka tidak suka terkait kebijakan itu ya tetap harus dijalankan," tutur Wakil Ketua Aptrindo, Kyatmaja Lookman, Selasa (11/9/2018).

APTRINDO Jawa Timur Berikan Bantuan untuk Korban Gempa Lombok, mulai Makanan hingga Selter

Kata dia, untuk kendaraan baru yang spesifikasinya sudah memenuhi B20 tidak akan ada masalah.

Namun yang belum memenuhi akan berpotensi menimbulkan kerusakan pada mesin.

"Hanya truk yang diproduksi 2016 keatas yang sudah siap secara teknis untuk menggunakan bahan bakar tersebut. Nah sebagai pengusaha angkutan seperti kami, mungkin ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memitigasi dampak B20 ke kendaraan yang sudah ada sekarang," terangnya

Banyak yang Masih Pakai Truk Tua, Aptrindo Usulkan Pemberian Insentif untuk Pembaruan Armada

Pertama, kata dia, truk lama yang tidak dilengkapi oleh water separator suaya dipasang water separatornya.

Karena sifat biosolar yang mengikat air mengakibatkan air tersebut bisa tersedot ke ruang bakar.

"Maka, untuk menghindari terjadinya kerusakan mesin bagi truk-truk yang belum ada water separator, filternya harus segera dipasang," terangnya.

Kyatmaja menjelaskan, komponen tersebut sangat vital sekali untuk mencegah kerusakan mesin.

Masih Ada Permintaan Rumah Menengah ke Atas di Sidoarjo Meski Pasar Properti Melambat

Kemudian, pemilik truk harus rajin membersihkan tanki BBM agar biosolar punya sifat detergensi yang tinggi dan korosif.

"Lalu mempercepat frekuensi penggantian oli dan filter oli, solar. Jangan menggunakan frekuensi penggantian rutin, tapi percepat misal biasa 20 ribu km jadikan 15 ribu atau 10 ribu untuk mencegah terjadi gel-ing di filter dan injector," tutupnya.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved